![]() |
| DPRD Jabar gelar rapat paripurna dgn agenda jawaban Gubernur Jabar atas PU Fraksi-fraksi |
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat,
Iwan Suryawan, mengatakan Banggar dijadwalkan membahas PAPBD 2026 pada 8 hingga
11 September 2026.
“Setelah ini, Badan Anggaran
DPRD Jawa Barat akan membahas mulai 8 sampai 11 September 2026. Diharapkan
Banggar dapat melaporkan hasilnya pada rapat paripurna 11 September 2026,” kata
Iwan usai rapat paripurna di Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).
Rapat paripurna tersebut
merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya pada 1 September 2026, ketika
fraksi-fraksi DPRD Jawa Barat menyampaikan pandangan umum terhadap Ranperda
PAPBD Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Dalam rapat paripurna, Wakil
Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan jawaban pemerintah daerah atas
berbagai pandangan dan catatan yang disampaikan fraksi-fraksi.
Pemprov Jabar, kata Erwan,
berkomitmen mengelola PAPBD 2026 secara transparan, akuntabel, efektif,
efisien, dan berbasis kinerja dengan orientasi pada peningkatan pelayanan
publik.
Dalam rancangan PAPBD 2026,
pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp27,85 triliun, sementara belanja
daerah direncanakan sebesar Rp30,82 triliun. Hingga Semester I 2026, realisasi
pendapatan tercatat mencapai 42,74 persen dan realisasi belanja sebesar 40,19
persen.
Erwan menjelaskan, penyesuaian
target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami penurunan sebesar Rp1,57
triliun dipengaruhi perlambatan penerimaan serta penyesuaian terhadap potensi
riil pendapatan daerah.
Sejumlah komponen penerimaan
seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB),
dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) turut mengalami penyesuaian,
termasuk seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
“Pemprov Jabar akan memperkuat
basis data, digitalisasi layanan, kemudahan pembayaran pajak, serta
intensifikasi dan ekstensifikasi pajak,” ujar Erwan.
Di sisi belanja, peningkatan belanja modal sebesar 10,88 persen diarahkan untuk mendukung pembangunan dan preservasi jalan serta jembatan, penyediaan Penerangan Jalan Umum (PJU), dan infrastruktur pelayanan publik lainnya.

Rapat paripurna DPRD Jabar dgn agenda jawaban Gubernur Jabar atas PU Fraksi-fraksi
Sementara di sektor
pendidikan, anggaran diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan akses
pendidikan, termasuk penanganan Anak Tidak Sekolah serta penguatan pendidikan
vokasi.
Salah satu isu yang juga akan
menjadi perhatian dalam pembahasan Banggar adalah rencana pembiayaan daerah.
Dalam PAPBD 2026, penerimaan pembiayaan direncanakan mencapai Rp3,59 triliun,
termasuk rencana pembiayaan utang daerah sebesar Rp3,4 triliun.
Pemprov Jabar menyatakan
rencana tersebut telah memperhitungkan kemampuan pembayaran dengan Debt Service
Coverage Ratio (DSCR) sebesar 17,62 dan akan diarahkan untuk pembiayaan
infrastruktur pelayanan publik serta peningkatan pelayanan dasar masyarakat.
“Seluruh kebijakan PAPBD 2026
akan tetap mengedepankan kehati-hatian dan kesinambungan fiskal, sekaligus
memperkuat pengawasan dan pengendalian agar anggaran memberikan manfaat optimal
bagi masyarakat Jawa Barat,” tegas Erwan.
Dengan masuknya pembahasan ke
tahap Banggar, DPRD Jabar kini akan menguji lebih lanjut berbagai asumsi
pendapatan, arah belanja, hingga rencana pembiayaan daerah sebelum hasil
pembahasan dilaporkan dalam rapat paripurna pada 11 September 2026. (*/red).
