Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Bandung, Bandara Husein Ditutup dan 1.344 Penumpang Terdampak

Minggu, 06 September 2026 | 21:30 WIB Last Updated 2026-09-06T14:30:53Z
Klik
Bandara Husein Tutup Sementara, dan Pesawat Komersil sedang disemprot air untuk menghilangkan abu vulkanik anak krakatau

 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan di Bandung. Bandara Internasional Husein Sastranegara ditutup sementara setelah muncul indikasi sebaran abu vulkanik di wilayah udara Bandung.

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Arie Ahsanurrohim mengatakan, penutupan dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia demi memastikan keselamatan penerbangan.

Status Aerodrome Closed berlaku mulai pukul 12.07 hingga 16.00 WIB. Sebanyak delapan penerbangan terdampak, terdiri atas empat penerbangan kedatangan dan empat keberangkatan.

“Sebanyak 8 penerbangan terdampak penutupan sementara di Bandara Husein Sastranegara, terdiri dari 4 kedatangan dan 4 keberangkatan,” ujar Arie.

Penerbangan yang terdampak mencakup rute Bali–Bandung, Balikpapan–Bandung, Surabaya–Bandung, Bandung–Surabaya, Bandung–Bali, serta Bandung–Balikpapan.

Dampaknya cukup besar. Sebanyak 1.344 calon penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan sementara tersebut.

Bandara Husein Bandung tutup sementara,  penerbangan dibatalkan

 

Arie menegaskan, keputusan penghentian operasional dilakukan dengan mengutamakan keselamatan. Pihak bandara masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan pembukaan kembali operasional penerbangan.

“Kami mengimbau calon penumpang pesawat untuk memantau informasi mengenai penerbangan dan opsi lainnya dari maskapai,” katanya.

Meski penerbangan dihentikan sementara, pelayanan terhadap penumpang tetap berjalan. InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) dengan menyiapkan air minum, makanan dan minuman ringan, masker, serta staf untuk memberikan asistensi kepada penumpang terdampak.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Pemkot Bandung masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik.

Pemkot juga menunggu masukan teknis sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat, termasuk mengenai penggunaan masker apabila kondisi udara di Bandung terdampak lebih luas.

Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik di wilayah lain dapat berimbas langsung terhadap mobilitas udara Bandung. Karena itu, perkembangan kondisi atmosfer dan informasi resmi penerbangan masih menjadi acuan utama bagi masyarakat dan calon penumpang.

×
Berita Terbaru Update