![]() |
| Disdagin Kota Bandung gelar Bazar Murah Utama serentak di 30 Kecamatan se-kota Bandung |
Kepala Disdagin Kota Bandung Roni
Ahmad Nuruddin mengatakan, Basmut merupakan bagian dari upaya pemerintah
menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus
membantu pengendalian inflasi.
“Ini dalam rangka pengendalian
inflasi, pengendalian ketersediaan, dan keterjangkauan harga barang pokok
masyarakat,” ujar Roni.
Berbagai komoditas tersedia dalam
kegiatan tersebut, mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging ayam hingga
daging sapi. Disdagin menggandeng Perum Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan
Pangan, distributor, serta unsur kewilayahan untuk memastikan kebutuhan
masyarakat dapat tersedia lebih dekat.
Menurut Roni, beras dan minyak
goreng menjadi komoditas yang paling banyak diminati warga.
Antusiasme juga dirasakan masyarakat
di Kecamatan Astanaanyar. Ani Maryani, salah seorang warga, mengaku terbantu
karena sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih ringan
dibandingkan harga di pasar.
“Ya, murah, harganya terjangkau
untuk masyarakat kecil seperti saya,” kata Ani.
Ia menyebut selisih harga cukup terasa. Produk yang dibelinya di bazar, misalnya, berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, sementara harga serupa di pasar menurutnya bisa mencapai Rp14.000 hingga Rp14.600 per kilogram.

Disdagin Kota Bandung gelar Bazar Murah Utama serentak di 30 Kecamatan se-kota Bandung
Ketua Tim Basmut 2026 Disdagin Kota
Bandung Astri Sri Kusendang mengatakan, program tersebut dirancang agar
masyarakat lebih mudah memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus pergi jauh.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dirasa
penting karena kita ingin membantu masyarakat mendapatkan barang kebutuhan
pokok dengan lebih dekat, yang tentunya harganya juga lebih murah,” ungkapnya.
Selain sembako, Basmut turut
melibatkan UMKM setempat dan menghadirkan sejumlah layanan administrasi
masyarakat, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Disdagin mengajak warga
memanfaatkan pelaksanaan Basmut di wilayah masing-masing. Program ini
diharapkan tidak hanya membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, tetapi
juga menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota
Bandung. (*/red).
