Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BNNP Jabar: Jawa Barat Jadi Batu Loncatan Jaringan Narkoba, Generasi Muda Paling Rentan

Rabu, 09 September 2026 | 17:55 WIB Last Updated 2026-09-09T10:55:20Z
Klik
Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono : Ancaman peredaran narkoba di Jabar sangat serius



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Ancaman peredaran narkotika di Jawa Barat masih sangat serius. Dengan jumlah penduduk sekitar 51,7 juta jiwa, Jawa Barat dinilai menjadi wilayah strategis yang dimanfaatkan jaringan narkotika untuk memasok barang haram ke berbagai daerah di Indonesia.

Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan posisi geografis dan besarnya jumlah penduduk membuat Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam pemberantasan narkotika.

“Jawa Barat menjadi batu loncatan dari banyak kasus narkotika nasional,” ujar Sulistyo dalam podcast Basa Basi PWI Kota Bandung.

Besarnya ancaman itu terlihat dari sejumlah pengungkapan kasus besar, mulai dari pabrik PCC di Kawalu, Tasikmalaya, yang mampu memproduksi jutaan pil per hari, pabrik narkotika di Cimahi, hingga penyitaan sekitar lima ton ganja di Kota Bogor.

Namun, menurut Sulistyo, persoalan narkoba tidak berhenti pada jaringan bandar dan pengedar. Ancaman paling mengkhawatirkan justru menyasar generasi muda. Bahkan, BNN menemukan pengguna yang masih berusia 13 hingga 15 tahun.

“Pengguna terbanyak itu generasi muda,” katanya.

Sulistyo menilai kondisi tersebut dapat menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia Jawa Barat. Karena itu, pemberantasan narkoba harus berjalan beriringan dengan pendidikan, rehabilitasi, serta penguatan ketahanan masyarakat.

BNNP Jabar juga memperkuat pengawasan di berbagai jalur, mulai dari darat, laut hingga udara. Kawasan pesisir selatan Jawa Barat, termasuk Pangandaran dan Garut, turut menjadi perhatian karena berpotensi dimanfaatkan untuk transaksi narkotika.

“Tidak ada ruang hukum di Indonesia yang tidak bisa dimasuki oleh BNN. Di mana pun potensi penyalahgunaan itu ada,” tegas Sulistyo.

Ia menegaskan tidak ada seorang pun yang kebal hukum dalam perkara narkotika, termasuk mereka yang memanfaatkan profesi maupun jabatan untuk menjalankan aksinya. Di sisi lain, masyarakat diminta tidak takut melapor maupun membawa anggota keluarga yang terpapar narkoba untuk menjalani rehabilitasi.

Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo, Ketua Pokja PWI Kota Bandung Zaenal Ihsan
dan Host  
podcast Basa Basi Dany Jatmika


“Rehabilitasi di BNN itu gratis. Semuanya gratis,” ujarnya.

Untuk memperkuat pencegahan, BNNP Jabar juga menggunakan pendekatan budaya melalui pupuh Sinom. Seni tradisional Sunda tersebut dipilih sebagai media menyampaikan pesan bahaya narkoba kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dengan budaya mereka.

Sulistyo pun berpesan agar anak muda berani menolak setiap ajakan mencoba narkoba, termasuk ketika ditawari secara cuma-cuma.

“Tidak apa-apa kalau dianggap cemen. Yang penting sehat,” pesannya.

Menurutnya, perang melawan narkoba bukan semata tugas aparat. Keluarga dan masyarakat memiliki peran penting untuk mencegah sekaligus memutus mata rantai peredaran narkotika sejak dari lingkungan terdekat. (*/red).
×
Berita Terbaru Update