Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DPRD Jabar Dorong Literasi Media Masuk Sekolah, Anak Muda Jangan Jadi Korban Arus Informasi

Jumat, 18 September 2026 | 17:56 WIB Last Updated 2026-09-18T10:56:06Z
Klik
Anggota Komisi I DPRD Jabar, Pradi Supriatna


DEPOK, FAKTABANDUNGRAYA,--- Derasnya arus informasi digital membuat kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi kebutuhan mendesak. DPRD Jawa Barat mendorong Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar memperluas program literasi media hingga kabupaten/kota dan lingkungan sekolah.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Pradi Supriatna, mengatakan masyarakat kini dapat mengakses dan menyebarkan informasi hanya melalui telepon genggam. Kemudahan tersebut, menurutnya, harus diimbangi kemampuan berpikir kritis agar informasi keliru tidak menjadi konsumsi publik.

“Dari yang awalnya berproses, sekarang informasi sudah ada di genggaman tangan. Apa pun bisa dilihat. Oleh karena itu, betapa pentingnya kita memberikan literasi kepada masyarakat, apalagi kepada anak-anak muda ke depan,” kata Pradi usai menjadi keynote speaker kegiatan Pemahaman Literasi Media bagi Masyarakat bertema Peningkatan Kualitas SDM Penyiaran melalui Riset 5+1 di Kota Depok, Jumat (18/9/2026).

Menurut Pradi, generasi milenial, Gen Z hingga Gen Alpha merupakan kelompok yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan membedakan informasi valid, edukatif, informasi yang tidak utuh hingga berita palsu.

“Jangan sampai informasi yang kurang tepat menjadi konsumsi yang kurang sehat bagi masyarakat,” ujarnya.

Pradi juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung membagikan informasi yang diterima. Verifikasi dengan pendekatan 5W+1H serta memeriksa sumber dan tujuan informasi dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman.

“Ketika ada informasi di tangan kita, jangan langsung kita share kembali. Cari sumbernya dan pastikan apakah informasi tersebut benar,” katanya.

Pemahaman Literasi Media bagi Masyarakat bertema Peningkatan Kualitas SDM
 Penyiaran melalui Riset 5+1 di Kota Depok,


Literasi Media Perlu Masuk Sekolah

DPRD Jabar juga mendorong literasi media tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi di masyarakat, tetapi masuk ke sekolah, khususnya jenjang SMP dan SMA.

Sekolah dinilai menjadi ruang strategis untuk membangun kebiasaan memeriksa informasi sejak dini. Literasi media bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan membentuk sikap kritis, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyimpulkan sesuatu dari informasi yang diterima secara sepotong.

“Kami sangat mendorong itu, namun tentu perlu dukungan dari sisi anggaran dan lainnya. Kami berharap bisa mulai dari level SMP dan SMA,” tutur Pradi.

Ia berharap KPID Jabar, pemerintah daerah, DPRD, dan satuan pendidikan memperkuat kolaborasi agar literasi media menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus membangun ketahanan generasi muda menghadapi derasnya informasi digital. (*/red).

×
Berita Terbaru Update