Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Ingatkan Peserta MagangHub Batch 2: Jangan Abaikan Administrasi

Senin, 21 September 2026 | 23:33 WIB Last Updated 2026-09-21T16:33:13Z
Klik
Dirjen Binalavotas Kemnaker Darmawansyah



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II diminta tidak menganggap administrasi sebagai urusan pelengkap. Sejak hari pertama pemagangan, peserta wajib memastikan seluruh dokumen, presensi, hingga laporan kegiatan tercatat sesuai ketentuan agar hak dan kewajiban selama program dapat berjalan tanpa hambatan.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Darmawansyah, menegaskan kedisiplinan administrasi menjadi bagian penting dari pelaksanaan program pemagangan.

Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan orientasi dan briefing peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Senin (21/9/2026).

“Seluruh peserta pemagangan wajib mengaktifkan akun SIAPKerja, tertib melakukan presensi digital, serta rutin mengunggah logbook dan laporan harian di platform MagangHub,” ujar Darmawansyah.

Empat Hal Wajib di Hari Pertama

Kemnaker meminta peserta segera menyelesaikan empat kebutuhan administratif sejak hari pertama. Pertama, menandatangani perjanjian pemagangan resmi sebagai dasar pelaksanaan program.

Kedua, mendaftarkan rekening bank pribadi untuk memastikan penyaluran uang saku dapat dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Ketiga, peserta diminta menginstal aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) untuk proses aktivasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Keempat, peserta wajib bergabung dalam saluran komunikasi resmi WhatsApp MagangHub. Kanal tersebut menjadi sarana penyampaian informasi dan pembaruan selama program pemagangan berlangsung.

Kedisiplinan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan data. Presensi, logbook, dan laporan harian menjadi bagian dari rekam jejak peserta selama menjalani pemagangan.

Tak Hanya Pengalaman, Ada Sertifikat Kompetensi

Di sisi lain, Kemnaker menyiapkan fasilitasi sertifikasi kompetensi kerja bagi peserta yang menuntaskan seluruh rangkaian pemagangan.

Sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mengantongi lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Peserta dapat mengakses proses sertifikasi secara terintegrasi melalui situs MagangHub. Tahapannya mencakup pendaftaran, pemilihan LSP, penentuan skema sertifikasi yang sesuai, hingga pelaksanaan uji kompetensi.

Darmawansyah mengatakan fasilitas tersebut diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada pengalaman bekerja di perusahaan.

“Dengan adanya sertifikasi kompetensi kerja berlisensi BNSP ini, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman kerja praktis, tetapi juga mengantongi bukti kompetensi yang diakui untuk bersaing di pasar kerja global,” katanya.

Dengan demikian, MagangHub tidak hanya diarahkan sebagai ruang untuk memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun rekam kompetensi peserta sebelum memasuki persaingan pasar kerja yang lebih luas. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update