![]() |
| Menaker Yassierli bersama peserta pelatihan vokasi di BPVP Ambon |
Penegasan tersebut disampaikan Menteri
Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat melakukan kunjungan kerja ke Balai
Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon, Maluku, Sabtu (31/10/2026).
Ukuran Sukses: Bukan Jumlah Peserta, Tapi Dampak Nyata
Dalam arahannya, Menaker Yassierli mengkritisi pola
lama orientasi pelatihan vokasi yang kerap terjebak pada angka statistik
kuantitatif semata. Menurutnya, esensi dari sebuah pelatihan terletak pada
hasil akhir yang dirasakan peserta.
"Pelatihan harus memberikan dampak. Kita tidak
cukup hanya melihat berapa banyak orang yang dilatih, tetapi juga perlu
mengetahui berapa banyak lulusan yang bekerja, berwirausaha, dan memperoleh
penghasilan," tegas Yassierli.
Untuk mengukur efektivitas tersebut, Kemnaker menetapkan target ambisius: tingkat keberhasilan lulusan pelatihan vokasi yang terserap di dunia kerja atau mandiri berwirausaha minimal mencapai 70 persen. Target ini akan dikawal ketat melalui penguatan sistem pemantauan (tracer study) secara berkala.

Yassierli menanyain peserta pelatihan vokasi di BPVP Ambon
BLK Berfungsi Ganda: Talent Hub hingga Klinik Produktivitas
Guna merespons kebutuhan pasar kerja yang dinamis,
fungsi BLK dan BPVP ke depan akan diperluas melalui tiga strategi utama:
Pusat Talenta dan Inovasi (Talent & Innovation
Hub): Menjadi ruang inkubasi yang mempertemukan talenta muda, calon wirausaha,
dan pelaku industri untuk meramu gagasan bisnis.
Klinik Produktivitas: Berperan mendampingi sektor
usaha menengah dalam meningkatkan kualitas proses kerja dan peningkatan
keterampilan tenaga kerja lokal.
Keterhubungan Industri (Link and Match):
Menyelaraskan kurikulum pelatihan berdasarkan pemetaan kebutuhan riil potensi
ekonomi daerah.
Melalui transformasi ini, BLK diharapkan tidak
hanya menjadi jembatan pengentasan pengangguran, tetapi juga motor penggerak
pertumbuhan ekonomi daerah dari Indonesia bagian timur. (*/red).
.jpeg)