Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KSAD Tinjau TPS Ciwastra, Teknologi Pengolah Sampah 5 Ton per Jam Lulus Uji Emisi

Minggu, 06 September 2026 | 20:15 WIB Last Updated 2026-09-06T13:15:17Z
Klik
Kasad meninjau pembangunan TPS Ciwastra menggunakan teknologi pengelolaan sampah, sudah lulus  uji emisi



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Upaya penanganan sampah di Kota Bandung mendapat dukungan teknologi baru. Alat pemusnah sampah yang dikembangkan atas prakarsa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kini mampu mengolah hingga lima ton sampah per jam dan telah dinyatakan lulus uji emisi.

Teknologi tersebut menjadi perhatian saat KSAD meninjau langsung Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Ciwastra, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026). Dalam kunjungan itu, Maruli didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta unsur kewilayahan.

Kasubdis Uji Dislitbangad, Yayat Priatna, menjelaskan kapasitas pengolahan lima ton per jam dilakukan melalui dua tahap pengisian. Pada tahap awal, alat menampung sekitar tiga ton sampah, kemudian setelah proses berlangsung sekitar 30 hingga 35 menit, dilakukan pengisian kembali sebanyak dua ton.

uji coba pengoperasian Teknologi Pengolah sampah di TPS Ciwastra



“Alat ini mampu mengolah hingga lima ton sampah per jam melalui dua kali pengisian. Sistem ini dirancang agar proses pembakaran tetap optimal dan berkelanjutan,” ujar Yayat.


Selain memiliki kapasitas besar, teknologi tersebut juga dirancang lebih efisien dengan memanfaatkan oli bekas sebagai salah satu sumber bahan bakar. Kebutuhannya berkisar dua hingga tiga liter per jam. Sementara panas yang dihasilkan selama proses pengolahan dimanfaatkan kembali untuk menggerakkan sistem mesin uap yang mendukung operasional konveyor dan alat pemilah sampah.

Dari sisi lingkungan, alat ini dilengkapi sistem pengendalian asap menggunakan teknologi dry scrubber yang didukung tangki air berkapasitas besar untuk membantu menekan emisi hasil pembakaran.

Menurut Yayat, pengujian emisi telah dilakukan oleh PT Sucofindo dengan fasilitasi Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung dan hasilnya memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Uji emisi sudah dilaksanakan dan hasilnya alat ini dinyatakan lulus,” katanya.

TPS Ciwastra bantuan TNI

 

Saat ini operasional alat di TPS Ciwastra telah melibatkan personel DLH Kota Bandung, sementara Dislitbangad tetap melakukan pengawasan dan pendampingan teknis. Untuk perawatan ringan, petugas DLH telah mampu menanganinya secara mandiri.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengurangi beban sampah Kota Bandung. Dengan kapasitas pengolahan yang besar, sistem energi yang lebih efisien, serta emisi yang telah teruji, alat ini dinilai berpotensi memperkuat upaya penanganan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. (ray/red).

×
Berita Terbaru Update