Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Farhan: Jalan Bandung Tak Cukup Ramah Kendaraan, Pesepeda dan Disabilitas Harus Jadi Prioritas

Minggu, 06 September 2026 | 21:12 WIB Last Updated 2026-09-06T14:12:59Z
Klik

Pemkot Bandung siapkan jalan dan ruang aman bagi pesepeda, pejalan kaki dan penyandang disabilitas

  
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Jalan yang aman dan nyaman tidak semestinya hanya berpihak pada kendaraan bermotor. Pemerintah Kota Bandung menegaskan pembangunan infrastruktur jalan harus semakin inklusif, termasuk memberikan ruang yang aman bagi pesepeda, pejalan kaki hingga penyandang disabilitas.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal itu saat menghadiri Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu (5/9/2026). Ia menilai suara dan kritik masyarakat menjadi bagian penting untuk memperbaiki fasilitas publik agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

“Jalan di Kota Bandung memberikan kemudahan bagi kendaraan bermotor, tapi itu basic. Jalan kemudian harus ramah pesepeda dan pejalan kaki. Yang tertinggi itu disabilitas,” kata Farhan.

Menurutnya, Pemkot Bandung terus berupaya membangun fasilitas jalan yang dapat digunakan berbagai kelompok masyarakat. Farhan yang juga pengguna sepeda mengakui masih banyak tantangan yang harus dibenahi untuk menciptakan lingkungan bersepeda yang aman.

Karena itu, ia meminta komunitas pesepeda tidak berhenti menyampaikan masukan kepada pemerintah, sekaligus tetap mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di jalan.

“Suarakan terus kritik dan jaga keselamatan,” ujarnya.

Tantangan tersebut dirasakan langsung para pesepeda. Uwin, peserta Gerakan Nyapedah Nyakola dari SMK 12 Bandung, mengatakan kemacetan masih menjadi salah satu kendala. Persoalan lain muncul ketika jalur sepeda justru digunakan untuk parkir kendaraan.

“Beberapa hambatannya jalannya macet. Tiba-tiba ada parkiran, jalur sepedanya dipakai,” ungkapnya.

Ketua Bike to Work Bandung Andi Muhammad mengatakan kegiatan bersepeda bersama juga menjadi sarana membangun budaya bersepeda sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang ingin menggunakan sepeda sebagai moda transportasi.

Pesepeda, pejalan kami dan penyandang disabilitas di bermain di Balaikota Bandung


Gerakan Nyapedah Nyakola, kata dia, direncanakan digelar rutin setiap bulan. Selain bersepeda, kegiatan akan diisi edukasi keselamatan, perawatan sepeda dan informasi lain yang dibutuhkan komunitas.

Di tengah upaya tersebut, Bandung juga bersiap menjadi tuan rumah Jambore Pesepeda Lipat Nasional pada Desember mendatang. Farhan berharap momentum itu semakin memperkuat posisi Bandung sebagai kota yang nyaman bagi pesepeda.

“Kita jadi ibu kota kumpulnya dari seluruh Indonesia. Kota paling menyenangkan para pesepeda,” katanya.

Bagi Pemkot Bandung, membangun kota ramah pesepeda bukan sekadar menyediakan jalur khusus. Tantangannya adalah memastikan seluruh ruang jalan benar-benar aman dan dapat diakses semua orang, termasuk kelompok yang selama ini paling rentan di jalan.

×
Berita Terbaru Update