![]() |
| Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q Iswaradalam rapat paripurna PU Fraksi-fraksi |
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ
Iswara, membeberkan bahwa mayoritas fraksi menyoroti ketimpangan serius antara
penurunan pendapatan daerah dan alokasi belanja yang tetap dipertahankan tinggi
oleh pihak eksekutif.
Kesenjangan fiskal tersebut memicu
Pemprov Jabar mengambil opsi pembiayaan melalui pinjaman daerah senilai Rp3,4
triliun guna menutup defisit anggaran.
Garis besar pertanyaan dan tuntutan
transparansi legislatif dalam pembahasan PAPBD 2026 mencakup:
Rasionalisasi Pinjaman Rp3,4
Triliun: Fraksi-fraksi mendesak penjelasan detail terkait peruntukan dana
pinjaman, rincian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penerima, serta jenis
program yang dibiayai.
![]() |
| Suasana rapat paripurna DPRD JAbar agenda Pandangan Umum Frkasi-fraksi |
Pergeseran Struktur Belanja: DPRD
mencermati adanya penyesuaian belanja daerah yang dilakukan guna
menindaklanjuti catatan dan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
MQ Iswara menegaskan bahwa seluruh
catatan kritis dari fraksi-fraksi kini menjadi bola di tangan eksekutif.
Jawaban resmi Gubernur Jabar dalam rapat paripurna mendatang akan menjadi
pijakan penentu bagi dewan untuk menguji kehati-hatian fiskal, efektivitas, dan
akuntabilitas kebijakan anggaran sebelum Ranperda PAPBD 2026 disahkan. (*/red).

.jpeg)