Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PWI Jabar Ajak Pers Jadi Garda Terdepan Tangkal Kejahatan Digital Berbasis AI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:40 WIB Last Updated 2026-10-29T16:40:08Z
Klik
Staf Ahli Menteri Komdigi Molly Prabawaty menerima cendera mata dari Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan, didampingi Ketua Panitia BDSF 2026 Yedi Supriyadi, di Pendopo Kota Bandung, Kamis (29/10/2026).



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pers dituntut tidak hanya memberitakan kejahatan digital, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat agar mampu mengenali penipuan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Ancaman manipulasi wajah, suara, dan informasi palsu membutuhkan kewaspadaan publik sekaligus penguatan verifikasi jurnalistik.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan, menegaskan hal tersebut dalam Bandung Digital Safety Forum 2026 di Pendopo Kota Bandung, Kamis (29/10/2026). Forum yang digagas PWI Jabar bersama komunitas Jurnalis Hukum Bandung (JHB) itu menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat literasi dan keamanan masyarakat di ruang digital.

Menurut Tantan, kemajuan AI membuka peluang penyalahgunaan teknologi untuk melakukan social engineering, yakni manipulasi psikologis guna memperdaya korban. Pelaku dapat memanfaatkan tiruan suara dan wajah seseorang untuk membangun kepercayaan, bahkan mendorong korban melakukan transaksi atau menyerahkan informasi pribadi.

“Sekarang ada social engineering yang memanfaatkan AI. Suara bahkan wajah seseorang bisa ditiru, sehingga masyarakat berpotensi tertipu,” kata Tantan.

Ia menilai pers memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan informasi yang beredar telah melalui proses verifikasi. Di tengah maraknya hoaks dan fenomena post-truth, kecepatan penyebaran informasi tidak boleh mengalahkan akurasi.

“Saya menganggap pers menjadi benteng terakhir bagaimana kita menangkal hoaks,” tegasnya.

Karena itu, wartawan perlu memastikan keaslian foto, video, dan rekaman suara sebelum dipublikasikan. Pers juga diharapkan menghadirkan pemberitaan edukatif agar masyarakat mampu memeriksa sumber informasi dan melakukan konfirmasi melalui saluran resmi sebelum mengambil keputusan atau melakukan transaksi.

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan


Ketua JHB, Suyono Widik, mengatakan forum tersebut digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko kejahatan digital sekaligus mendorong penggunaan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Forum mengusung tema “Ruang Digital Aman di Era AI: Mitigasi Risiko, Perlindungan dan Transaksi Digital dan Penguatan Kepercayaan Publik.” Kegiatan ini mendapat dukungan berbagai pihak, di antaranya Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kabupaten Sumedang, BRI, bank bjb, Bank Indonesia, BJB Syariah, Otoritas Jasa Keuangan, serta sejumlah instansi dan dunia usaha.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum tersebut. Meski berhalangan hadir karena agenda di Serang, Banten, ia berharap kegiatan itu dapat meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan ruang digital.

Kolaborasi pemerintah, regulator, perbankan, dan insan pers diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi. Literasi digital, kehati-hatian dalam bertransaksi, serta kebiasaan memverifikasi informasi menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari kejahatan yang memanfaatkan kecanggihan AI. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update