Ketua Persatuan Wartawan Indonesia
(PWI) Jawa Barat, Tantan Sulthon Bukhawan, menegaskan hal tersebut dalam
Bandung Digital Safety Forum 2026 di Pendopo Kota Bandung, Kamis (29/10/2026).
Forum yang digagas PWI Jabar bersama komunitas Jurnalis Hukum Bandung (JHB) itu
menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat literasi dan keamanan masyarakat di
ruang digital.
Menurut Tantan, kemajuan AI membuka
peluang penyalahgunaan teknologi untuk melakukan social engineering, yakni
manipulasi psikologis guna memperdaya korban. Pelaku dapat memanfaatkan tiruan
suara dan wajah seseorang untuk membangun kepercayaan, bahkan mendorong korban
melakukan transaksi atau menyerahkan informasi pribadi.
“Sekarang ada social engineering
yang memanfaatkan AI. Suara bahkan wajah seseorang bisa ditiru, sehingga
masyarakat berpotensi tertipu,” kata Tantan.
Ia menilai pers memiliki tanggung
jawab strategis untuk memastikan informasi yang beredar telah melalui proses
verifikasi. Di tengah maraknya hoaks dan fenomena post-truth, kecepatan
penyebaran informasi tidak boleh mengalahkan akurasi.
“Saya menganggap pers menjadi
benteng terakhir bagaimana kita menangkal hoaks,” tegasnya.
Karena itu, wartawan perlu
memastikan keaslian foto, video, dan rekaman suara sebelum dipublikasikan. Pers
juga diharapkan menghadirkan pemberitaan edukatif agar masyarakat mampu
memeriksa sumber informasi dan melakukan konfirmasi melalui saluran resmi
sebelum mengambil keputusan atau melakukan transaksi.
![]() |
| Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon Bukhawan |
Forum mengusung tema “Ruang Digital
Aman di Era AI: Mitigasi Risiko, Perlindungan dan Transaksi Digital dan
Penguatan Kepercayaan Publik.” Kegiatan ini mendapat dukungan berbagai pihak,
di antaranya Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Kota Bandung,
Pemerintah Kabupaten Sumedang, BRI, bank bjb, Bank Indonesia, BJB Syariah,
Otoritas Jasa Keuangan, serta sejumlah instansi dan dunia usaha.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan forum tersebut. Meski
berhalangan hadir karena agenda di Serang, Banten, ia berharap kegiatan itu
dapat meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan ruang digital.
Kolaborasi pemerintah, regulator,
perbankan, dan insan pers diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi.
Literasi digital, kehati-hatian dalam bertransaksi, serta kebiasaan
memverifikasi informasi menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat
dari kejahatan yang memanfaatkan kecanggihan AI. (*/red).

.jpeg)