| Anggota DPRD Jabar H.Zulkifly Chaniago, BE sedang memaparkan pentingnya Pendidikan Demokrasi bagi generasi muda di SMAN 2 Sumedang |
Legislator dari Daerah Pemilihan
(Dapil) XI Jawa Barat (Sumedang, Subang, Majalengka) ini menegaskan, pemahaman
demokrasi bagi pelajar tak boleh berhenti sebatas teori di dalam kelas,
melainkan harus menyatu dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Membumikan Demokrasi Lewat Falsafah
Cageur-Singer
Dalam pemaparannya, Anggota Komisi
IV DPRD Jabar tersebut mendorong pendidikan demokrasi berbasis pendekatan
karakter lokal. Nilai-nilai kearifan lokal Sunda dinilai menjadi fondasi utama
agar para siswa mampu menyaring dinamika politik secara bijak.Siswa SMAN 2 Simedang bertanya , tentang makna pendidikan demokrasi
"Kami ingin generasi muda
mengamalkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sosial. Fondasinya adalah
kearifan lokal Jawa Barat: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer,"
ujar Zulkifly di hadapan para siswa SMAN 2 Sumedang, pada Jum’at (23/10/2026).
Prinsip tersebut dipandang relevan untuk mencetak generasi penerus yang tak hanya cerdas secara akademis (pinter) dan terampil (singer), tetapi juga sehat (cageur), baik (bageur), serta jujur (bener) dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Apresiasi Prestasi Sekolah dan
Budaya Politik SehatZulkifly bersama Guru dan Siswa SMAN2 Sumedang
Selain memberikan wawasan mengenai
fungsi parlemen serta hak dan kewajiban warga negara, Zulkifly turut memberikan
apresiasi tinggi kepada SMAN 2 Sumedang. Sekolah tersebut dinilai berhasil
membina berbagai kegiatan ekstrakurikuler hingga mengukir prestasi dari tingkat
kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Melalui sinergi antara dunia
pendidikan dan lembaga legislatif ini, DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk terus
hadir membangun budaya politik yang sehat dari bangku sekolah, sekaligus
mempersiapkan pemilih pemula yang kritis, bertanggung jawab, dan berkarakter.
(syaf/sein).