![]() |
| Wali kota Bandung M. Farhan |
Fasilitas edukasi baru hasil hibah
Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) ini diresmikan langsung oleh
Wakil Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Zheng Jie, bersama Wali Kota Bandung
Muhammad Farhan dan Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP), Herman Widjaja.
Kehadiran pusat pembelajaran ini
diproyeksikan sebagai jembatan strategis untuk memperkuat pertukaran budaya,
akademik, dan people-to-people diplomacy antara masyarakat Indonesia dan
Tiongkok.
Modal Global & Penguasaan
Bahasa: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut antusias fasilitas ini,
menilai penguasaan bahasa Mandarin sebagai salah satu instrumen penting untuk
memperluas wawasan dan kecerdasan global warga Bandung.
Terbuka untuk Umum & ASN:
Fasilitas ini dapat diakses oleh seluruh kalangan lintas usia dan latar
belakang—termasuk peluang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung untuk
ikut mendalami bahasa Mandarin.
Hubungan Sister City: Inisiatif ini juga mempererat relasi bilateral yang telah terjalin melalui kerja sama antar-kota (sister city) antara Bandung dan sejumlah wilayah di Tiongkok.
.jpeg)
Kebudayaan dan Pendidikan bahasa Mandarin
Jembatan Pertukaran Pelajar dan
Mahasiswa
Wakil Dubes Tiongkok untuk
Indonesia, Zheng Jie, menegaskan bahwa pusat pembelajaran ini terbuka secara
inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan muda hingga
pegawai negeri.
Dukungan Mobilitas Akademik:
Fasilitas ini memfasilitasi pertukaran pelajar dua arah—baik mahasiswa Tiongkok
yang ingin mempelajari bahasa Indonesia sebelum studi di Bandung, maupun
mahasiswa lokal yang bersiap menempuh pendidikan tinggi ke Tiongkok.
Prospek Masa Depan: Pemkot Bandung
optimis kehadiran pusat pembelajaran ini akan semakin memperkaya ekosistem
pendidikan kota serta membuka peluang kerja sama profesional yang lebih luas di
kancah internasional. (kyy/red).
.jpeg)