![]() |
| Warga dan BPBD Kota Bandung membersihkan saluran sebagai antisipasi banjir |
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung,
Didi Ruswandi, mengungkapkan bahwa pemetaan wilayah telah dilakukan mengingat
potensi bencana bervariasi di tiap kawasan.
Tanah Longsor: Ancaman terbesar
terkonsentrasi di kawasan utara, membentang dari Cidadap hingga wilayah Cibiru
dan Ujungberung. Sepekan terakhir, longsor tebing juga tercatat terjadi di
Cidadap dan kawasan Cikalintu.
Banjir & Genangan: Titik-titik genangan terpantau di kawasan tengah hingga utara, termasuk wilayah Margacinta serta beberapa titik di Kopo yang kerap tergenang saat hujan deras mengguyur.

BPBD Kota Bandung siagakan kendaraan dan personil serta petakan wilayah rawan longsor
Infrastruktur dan Kesiapsiagaan
Warga dalam menghadapi cuaca ekstrim ini, BPBD mengandalkan dua pendekatan
utama:
Optimalisasi Infrastruktur: Dinas Sumber Daya Air dan Bina
Marga (DSDABM) terus menggenjot pengerukan saluran air dan drainase secara
berkala untuk meminimalisasi sedimentasi dan tumpukan sampah penyebab banjir.
Kesiapsiagaan Masyarakat: Warga di sempadan
sungai diimbau mengenali tanda-tanda kenaikan debit air serta merencanakan
titik evakuasi yang aman beserta pengamanan aset penting secara mandiri.
BPBD juga mengingatkan masyarakat
agar tidak menerobos genangan air saat hujan deras demi keselamatan. Warga
diminta untuk jeli mengenali jenis bencana karena pola penyelamatannya berbeda;
berlindung di dalam rumah saat angin kencang, namun segera keluar rumah jika
terjadi gempa bumi. (*/red).
.jpeg)