Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siaga Musim Hujan, BPBD Petakan Titik Rawan Longsor dan Banjir di Bandung

Kamis, 05 November 2026 | 11:44 WIB Last Updated 2026-11-05T04:44:16Z
Klik
Warga dan BPBD Kota Bandung  membersihkan saluran sebagai antisipasi banjir



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Warga di kawasan rawan diminta untuk lebih siaga, mengenali potensi ancaman di lingkungan sekitar, serta memahami jalur evakuasi mandiri guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengungkapkan bahwa pemetaan wilayah telah dilakukan mengingat potensi bencana bervariasi di tiap kawasan.

Tanah Longsor: Ancaman terbesar terkonsentrasi di kawasan utara, membentang dari Cidadap hingga wilayah Cibiru dan Ujungberung. Sepekan terakhir, longsor tebing juga tercatat terjadi di Cidadap dan kawasan Cikalintu.

Banjir & Genangan: Titik-titik genangan terpantau di kawasan tengah hingga utara, termasuk wilayah Margacinta serta beberapa titik di Kopo yang kerap tergenang saat hujan deras mengguyur.

BPBD Kota Bandung siagakan kendaraan dan personil serta petakan wilayah rawan longsor

 

Infrastruktur dan Kesiapsiagaan Warga dalam menghadapi cuaca ekstrim ini, BPBD mengandalkan dua pendekatan utama:

Optimalisasi Infrastruktur: Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) terus menggenjot pengerukan saluran air dan drainase secara berkala untuk meminimalisasi sedimentasi dan tumpukan sampah penyebab banjir.

Kesiapsiagaan Masyarakat: Warga di sempadan sungai diimbau mengenali tanda-tanda kenaikan debit air serta merencanakan titik evakuasi yang aman beserta pengamanan aset penting secara mandiri.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak menerobos genangan air saat hujan deras demi keselamatan. Warga diminta untuk jeli mengenali jenis bencana karena pola penyelamatannya berbeda; berlindung di dalam rumah saat angin kencang, namun segera keluar rumah jika terjadi gempa bumi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update