Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PWI Pusat Anugrahi Gubernur Jabar Aher “Pena Emas”

Jumat, 10 Maret 2017 | 18:16 WIB Last Updated 2017-03-12T11:17:06Z
Klik
Ketua Umum PWI Pusat, Margiono menyematkan "Pena Emas"
kepada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (foto:husein)
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM – Paparan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dihadapan para pengurus PWI Pusat dan Dewan Penasehat PWI dan para tokoh media yang berjumlah 12 orang dengan mengangkat tema : “Jurnalisme Tabayyun” dalam uji kompetensi di Aula Barat Gedung Sate, pada Jum’at (10/03), mendapat nilai cumlaude. Sehingga Aher sangat layak mendapatkan penghargaan “Pena Emas” dari PWI Pusat.

Menurut Ketua PWI Pusat Margiono, pemberian Pena Emas adalah bentuk penghargaan tertinggi dari PWI yang diberikan kepada tokoh atau pihak-pihak yang dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pers di Indonesia. Hal inilah yang membuat Gubernur Aher dinilai layak untuk mendapatkannya karena jasa Aher dibidang pers dan organisasi sangat tinggi.

Disamping itu kita juga memandang Pak Aher bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pers kedepan yaitu pemahaman beliau terhadap nilai-nilai keislaman yang sesuai dengan nilai jurnalistik," ungkap Margiono.

Ia berharap pemikiran dan ide dari Gubernur Aher akan menperkuat perkembangan pers nasional kedepan.

"Itu istimewanya beliau, selain berjasa pada pers dan organisasi beliau juga memiliki potensi untuk perkembangan pers kedepan, ini penting, makanya istimewa," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Aher usai menerima penghargaan Pena Emas dari PWI Pusat, Aher mengaku tak menyangka akan meraih penghargaan tertinggi PWI ini.

"Saya kaget dan tidak menyangka, mungkin karena pembangunan yang telah kita lakukan semenjak awal dan urusan-urusan pemerintah kita yang selalu terbuka kepada pers," ungkapnya.

"Terimakasih atas penilaian kepantasan mendapatkan anugerah yang sangat berharga ini, mudah-mudahan saya bisa menjaga amanah ini untuk berkomitmen dengan nilai-nilai kejujuran termasuk dalam media," lanjutnya.

Saat uji kompetensi, Aher menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Jurnalisme Tabayyun" yang akhirnya diputuskan oleh 7 Panelis dari Dewan Kehormatan PWI pusat untuk direkomendasikan mendapatkan nilai Cumlaude dan layak dianugerahi Pena Emas.

Dalam orasinya, Aher bercita-cita menghadirkan pers yang sehat, menyampaikan berita berimbang, mengadvokasi masyarakat, mengetahui hak dan kewajiban, bahasa yang menyejukkan dan mampu menjadi kontrol sosial yang baik.

"Tadi saya kemukakan hal yang perlu dilakukan adalah bersikaplah ketika ada informasi yang datang, periksa atau cek dan ricek kebenaran berita tersebut," kata Aher.

Aher mengatakan, dalam bahasa Al-Quran hal itu disebut dengan Tabayyun. Sebuah sikap yang seringkali keliru di masyarakat adalah ketika ada informasi yang memberitakan seseorang dari sumber tertentu maka yang sering diklarifikasi malah orang yang diberitakan. Seharusnya yang harus diklarifikasi adalah si pembuat berita.

Aher menuturkan, terutama di media sosial orang bahkan dengan sengaja menggunakan bahasa yang sarkastis dan tak jarang beritanya hoax. Hal inilah yang perlu diselesaikan dan diadvokasi ke masyarakat.

"Karena itu mari kita hadirkan jurnalisme yang sehat dengan menghadirkan jurnalisme Tabayyun atau jurnalisme yang cek dan ricek," tandasnya. (sen).
×
Berita Terbaru Update