Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Lanjutkan Program Citarum Bestari, Pangdam III/Siliwangi Undang Pegiat Lingkungan Hidup

Senin, 20 November 2017 | 17:46 WIB Last Updated 2017-11-24T13:34:37Z
Klik
Pangdam III/Slw Mayjen TNI Doni Monardo
JABAR, FAKTABANDUNGRAYA.COM,--Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo mengatakan, Kodam III/Siliwangi siap melanjutkan kerjasama dengan Pemprov Jabar untuk menyelesaikan program Citarum Bestari yang dicanang sejak tahun 2015 lalu. Untuk itu, kita mengundang para pegiat Lingkungan Hidup untuk membangun mekanisme baru dalam penanganan dan penataan Sungai Citarum.

Provinsi Jawa barat memiliki nilai strategis bagi ibu kota Jakarta. Seandainya dibayangkan daerah penyangga berbatasan dengan DKI Jakarta seperti Bogor, Cianjur mengalami kerusakan ekosistem, maka yang terjadi membahayakan jutaan umat manusia termasuk di Jakarta. Karena Jabar merupakan pemberi pasokan oksigen juga mengalirkan air ke Sungai Ciliwung.

Hal ini disampaikan Pangdam Siliwangi dalam acara silaturahmi bersama Pegiat Lingkungan Hidup, di Ruang Siliwangi, Makodam III Siliwangi, Jln. Aceh, Kota Bandung, Senin (20/11).

Dikatakan, apabila seluruh aliran sungai besar yang ada di Jabar, seperti Sungai Ciliwung maupun Citarum tercemar terus-terus oleh bahan kimia baik logam berat, sianida mencemari alamnya. Untuk jangka panjang maka bisa jadi seluruh air di Jakarta cepat atau lambat akan mengalami pencemaran.

Pangdam Doni juga mengatakan, kerjasama Kodam Siliwangi dengan Pemprov Jabar yang sudah terjalin sejak tahun 2015 lalu dalam menata sungai Citarum perlu dilanjutkan. Bahkan kedepan, bukan hanya sekedar menata tapi bagimana kita bisa berangkulan tangan untuk membuat sistem, pola agar energi yang dikeluarkan tidak sia-sia. Untuk itu, pada kesempatan ini kita minta masukan dari masyarakat terutama dari pegiat lingkungan hidup, ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan, dalam penanganan kerusakan lingkungan hidup terutama soal Sungai Citarum yang terkenal dengan kotornya, harus melibatkan berbagai pihak, seperti pegiat lingkungan, maupun masyarakat yang berada di sepanjang aliran sungai Citarum.

"Percuma saja tentara, masyarakat, aktivis lingkungan menata sungai kalau pabrik, industri di Jawa Barat secara serampangan membuang limbah tanpa ada sanksi hukum," katanya.

Modal mempertahankan kualitas bangsa itu, dalam persaingan global, tentunya syarat mutlak yaitu kesiapan SDM, apalagi jumlah penduduk Indonesia kini sudah mencapai 250 juta jiwa tentu harus dijaga kualitasnya agar sehat dan dapat memberikan kecerdasannya.

Doni menyebutkan bahwa bahaya kerusakan ekosistem lebih dahsyat daripada terorisme. Karena korban yang ditimbulkan lebih besar, maka marilah kita jaga mata air agar kelak tak berurai air mata, tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Anang Sudarna mengatakan saat ini pihaknya mendorong Bupati/Wali Kota yang wilayahnya teraliri Sungai Citarum agar mengalih fungsikan sungai agar tidak dijadikan tempat membuang sampah tapi dijadikan tempat bermain.

Anang juga mengatakan, DAS Sungai Citarum ada sepanjang 6.614 KM2 dengan panjang sungai mencapai 264 KM. Untuk itu, Pemprov Jabar melalui program Citarum Bestari diharapkan dapat mengatasi permasalahan lingkungan Hidup. Jadi saya tidak sependapat kalau dikatakan Pemprov Jabar tidur.

Kedepan kita akan membuat kajian dan pola penanganan CItarum melalui siapa berbuat apa dengan tidak mengedepankan egosektoral, karena penangan Sungai Citarum harus dilakukan secara holistic, tandasnya. (sein).
×
Berita Terbaru Update