Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sesuai Janji, Dan Sektor 21 Buka Kembali Tutupan Limbah Pabrik Yang Sudah Sesuai

Senin, 02 Juli 2018 | 22:31 WIB Last Updated 2018-07-04T07:09:30Z
Klik
FAKTABANDUNGRAYA.COM, KOTA CIMAHI - Sesuai janjinya, Dan Sektor 21 Satgas Citarum, Kol Inf Yusep Sudrajat akan membuka kembali tutupan lubang pembuangan limbah jika pihak pabrik telah memperbaiki pengolahan limbahnya sehingga limbah yang dikeluarkan tidak lagi membuang zat yang berpotensi mencemari aliran sungai.

Selain memperbaiki IPALnya, kata Yusep, pihak perusahaan juga harus bersedia untuk berkomitmen untuk menjaga dan jangan sekali-kali mencoba buang limbah tak sesuai di waktu-waktu tertentu (saat hujan dan malam hari).

"Karena kami (Satgas Citarum) akan terus mengawasi, jika mau mencoba kucing-kucingan (sembunyi-sembunyi) suatu saat pasti kami temukan. Kalo kedapatan lagi, pasti akan saya tutup kembali," tegasnya.

Oleh karena sudah melakukan perbaikan dan bersedia untuk berkomitmen, dua perusahaan diantaranya PT How Are You Indonesia dan PT Gede Indah di wilayah Sektor 21-13 Kota Cimahi yang sebelumnya ditutup lubang pembuangan limbahnya oleh Satgas Citarum akhirnya bisa dibuka kembali. Sebelum dilakukan pembukaan, Satgas Citarum Dan Sektor 21 dan Lsm penggiat lingkungan mengecek kembali IPAL perusahaan yang sudah dilakukan perbaikan, Senin, 2 Juli 2018.

Komitmen Perusahaan

Perusahaan yang bersedia berkomitmen dalam mendukung program Citarum dengan sadar menyadari jika sebelumnya kurang maksimal dalam pengolahan IPAL. Salah satunya PT How Are You yang kini telah dibuka kembali tutupan pembuangan limbahnya akan terus melakukan pembenahan. Mr Lee Yu selaku pemilik perusahaan mengatakan bahwa dirinya telah menyiapkan perbaikain IPAL dengan melakukan 3 tahapan. pertama, setelah dibuka, pabrik sementara akan menyesuaikan kapasitas penampungan limbah dengan mengurangi jumlah produksi sebanyak 40 persen.

"Ini dilakukan agar memaksimalkan kualitas limbah yang akan dikeluarkan," ujarnya.

Tahap kedua, pabrik akan menambah bak filtrasi dan ketiga akan memperluas bak pengolahan secara biologi.

"Saat ini pabrik mengolah limbah seratus persen kimia dan lima puluh persen secara biologi. Nanti setelah perluasan bak, pabrik akan menjalankan pengolahan secara biologi hingga seratus persen, sehingga produksi dan limbah yang akan dibuang nantinya sudah lebih maksimal," janjinya.

"Secara biaya mungkin ada penambahan, tapi perusahaan harus lakukan apapun alasannya," pungkas Lee Yu.
Sementara, Tedy, pemilik PT Gede Indah mengatakan bahwa perusahaan mengakui adanya kebocoran dalam hong (bak limbah), dengan kebocoran itu yang berakibat tercampurnya limbah dan lumpur yang keluar. "Setelah kita cek, ternyata ada keretakan pada hong penampungan limbah yang mengakibatkan kebocoran. Sekarang sudah dibeton sebanyak dua kali agar tidak bocor," terang Tedy.

"Sekarang kita bisa lihat sama-sama perbaikan dan hasil limbah yang dikeluarkan," tambahnya.

Ditambahkan Dan Sektor 21, Kol Inf Yusep Sudrajat, "Disini kita harus bersikap fair, bagi pabrik yang sudah melakukan pembenahan dan sedia berkomitmen dalam mendukung program citarum, pasti akan kita buka lagi lubang pembuangannya," tandasnya. (cuy/red)
×
Berita Terbaru Update