Askom : Perlu Sinergitas Dalam Memaksimalkan Potensi Kepariwisataan Jabar

 Bandung, faktabandungraya.com,--- Provinsi Jawa Barat memiliki potensi kepariwisataan cukup besar. Namun belum dikelola secara optimal sehingga belum mampu memberikan kontribusi yang maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu perlu adanya upaya keterpaduan atau sinergitas antara Pemerintah, Pelaku Kepariwisataan, Pemerhati Pariwisata termasuk juga masyarakat.

Selama belum terjadi singkronisasi dalam menangani dan mengembangkan kepariwisataan di Jabar, tentunya tidak akan berjalan maksimal. Untuk itu selain diperlukan sinkronisasi juga diperlukan keterpaduan antar pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/kota dengan pelaku Kepariwisataan, pemerhati dan masyarakat, kata Direktur Eksekutif Rumah Pemikir Indonesia, H. Asep Komarudin, S.Ag, M.Ud, kepada wartawan disela acara dickusi membedah persoalan seputar kepariwisataan Jabar, di Hotel Tebu, Bandung, Jum’at (9/11-18).

Untuk itu, kami dari kalangan generasi pemuda yang tergabung dalam Rumah Pemikir Indonesia bekerjasama dengan Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, melakukan diskusi /Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat Tema : “ ‘Membangun Pariwisata Jawa Barat yang Juara Berbasis pada Sumber Daya Pemerintah Provinsi Jawa Barat Pariwisata Jawa Barat”.

Kegiatan FGD ini, kita datangkan para pemikir muda yang telah sukses diberbagai profesi masing-masing, diantara akademisi, politis, pengamat kepariwisataan, pelaku pariwisata, pemerhati lingkungan dan tokoh muda masyarakat pariwisata.

Kenapa tema diskusi ini kita angkat, karena kita ingin potensi besar kepariwisataan Jabar dapat berjalan maksimal dan menjadi salah satu andalan dalam meningkatkan PAD dan membuka peluang tenaga kerja, sehingga dapat menekan angka pengangguran.

Ada tiga indikator yang perlu diperhatikan dalam membangun dan mengembangkan Kepariwisataan Jabar, yaitu: Pertama, Kepariwisataan Jabar belum bisa meningkatkan pembukaan lapangan pekerjaan, padahal Jabar memiliki 300 destinasi wisata dan sekitar 600 budaya lokal daerah, kalau dikelola dengan baik akan menciptakan lapangan kerja yang luar biasa dan dapat menekan akan pengangguran.

Kedua, pariwisata harus menjadi sumber pendapatan daerah, memberikan PAD yang besar untuk pemerintah, hal ini bisa menjadi devisa negara jika sumber daya dan potensi pariwisata dikelola dengan baik. Melalui peningkatan kualitas sumber daya alam, sumber daya manusia, dan infrastruktur.

“Infrastrukur sudah baik harus disambut dengan kemasan pariwisata, peningkatan SDM, pengelolaan dan manajerial yang profesional,” ujar Asep Komarudin yang akrab disapa Kang Askom ini.

Adapun indikator ke tiga, yaitu bahwa pariwisata Jabar harus bisa mendorong perekonomian nasional.

“Selama ini, yang kita tahu pariwisata indonesia itu Bali bagi wisatawan Eropa, dan bagi wisatawan Timur Tengah yang dituju adalah Malaysia. Nah, kita harus bisa bagaimana Indonesia, khususnya Jawa Barat menjadi tujuan utama bagi wisatawan asing terutama dari Timur Tengah,” harapnya.

Hasil dari diskusi ini kita sampaikan kepada Pemprov Jabar dan stakeholder kepariwisataan, termasuk ke beberapa Perguruan Tinggi kepariwisataan, tandas Askom.

Ditambahkan, Diden Nurul Falah, (politisi-red). untuk meningkatkan PAD disini harus diminati oleh wisatawan, minimal wisatawan domestik dahulu. Jangan sampai tikus mati dilumbung padi.

"Dengan adanya wisata itukan padat karya, ya. Jadi semua masyarakat terlibat, kearifan lokal bisa semuanya produktif, jangan sampai tikus mati dilumbung padi,| kantasnya.(h.ahw)

Kata Bijak Fakta Bandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.