Rangkaian Perayaan Wisuda ISBI Bandung Gelombang II Tahun 2018 Akan Ditutup Dengan Pertunjukan Opera Ramayana


FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Upacara Wisuda Gelombang II tahun 2018 Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung melaksanakan rangkaian acara perayaan yang diantaranya, Seminar Nasional “Pendidikan Karakter & Industri Kreatif dalam Perspektif Seni Budaya di Era Industri 4.0” pada Selasa (4/12) dengan pemateri Prof. Arief Rahman, M.Pd., dan Seminar Nasional “Dialog Budaya dan Agama dalam Bingkai Toleransi” dan digelar Festival Film Budaya Nusantara pada Jum’at (7/12) dengan pemateri  Prof. Dr. H. Afif Muhammad, MA. dan Neneng Yanti KL, M.Hum., Ph.D.

Sedangkan Upacara Wisuda Gelombang II tahun 2018 digelar pada Sabtu (8/12) dan dilanjut dengan Gelar Budaya Nusantara, dan akan puncak perayaan wisuda gelombang II ditutup dengan sebuah pertunjukan “Opera Ramayana: Lakon Prahara Anggada” dengan penulis naskah dan sutradara Dr. Lili Suparli, S.Sn., M.Sn yang dilaksanakan pada Rabu (12/12) dan Kamis (13/12).

Dijelaskan oleh Rektor ISBI Dr.Een Herdiani bahwa, sebanyak 132 mahasiswa ISBI Bandung yang akan di wisuda gelombang II tahun 2018, "mereka terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, yaitu Diploma-III, Sarjana Terapan Seni (D-IV), Sarjana (S1), dan Program Magister Pascasarjana (S2) ISBI Bandung," terang Een Herdiani saat menggelar keterangan pers di Aula ISBI Bandung, Jalan Buah Batu 212, Kota Bandung, Jumat (7/12).

Para mahasiswa tersebut, kata Een Herdiani, rata-rata lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Keseluruhan lulusan terdiri dari Prodi Seni Tari sebanyak 8 mahasiswa, Prodi Seni Karawitan sebanyak 20 mahasiswa, Prodi Seni Teater sebanyak 16 mahasiswa, Prodi Angklung dan Musik Bambu sebanyak 12 mahasiswa, Prodi Seni Rupa Murni sebanyak 13 mahasiswa, Prodi Tata Rias dan Busana sebanyak 3 mahasiswa, Prodi Kriya Seni sebanyak 8 mahasiswa, Prodi Televisi dan Film sebanyak 30 mahasiswa, dan Prodi S-2 Penciptaan dan Pengkajian Seni sebanyak 22 mahasiswa. 

"Predikat Cumlaude pada wisuda gelombang II disandang oleh Firman Hidayat mahasiswa dari Prodi Seni Karawitan dan tiga mahasiswa dari Prodi S-2 Penciptaan dan Pengkajian Seni, yaitu Bunga Dessri Nur Ghaliyah, Rita Tila, dan Wisnu Wirandi," jelasnya.

Dr.Een Herdiani juga mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk mengembalikan kejayaan seni budaya bangsa yang adiluhung melalui alumni-alumni yang terampil dalam bidang seni budaya. Semuanya merujuk pada  local genius sebagai sumber kekayaan kreatif dan modal sosial yang dapat  digali dan dikembangkan melalui proses  konservasi,  rekontruksi  dan revitalisasi.

“Potensi seni budaya bangsa Indonesia memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa lain. Upaya mengembalikan kejayaan seni budaya bangsa yang  adiluhung, akan menjadi profesi yang  membanggakan di era revolusi industri 4.0. Para alumni ISBI Bandung dididik dan dipersiapkan menjadi manusia yang terampil dalam bidang seni,  baik seni yang hidup dan berkembang di Jawa Barat maupun seni tradisi nusantara. Cag geura prak, bral geura miang.  Keberhasilan saudara di tengah masyarakat merupakan barometer kesarjanaan Seni Sejati," pungkasnya.

Ditambahkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Akademik Dr.Arthur S. Nalan bahwa, para mahasiswa yang dinyatakan lulus akan dilantik langsung oleh Rektor ISBI Bandung, upacara wisuda gelombang II tahun ini akan menampilkan Tari Caruban Sari sebagai bentuk tari persembahan.

"Setelah para mahasiswa resmi dilantik dan dinyatakan lulus oleh Rektor ISBI Bandung, kemudian ada sesi acara Sawer oleh Dr. H. Yus Wiradiredja, S.Kar., M.Hum.," ujarnya.

Sementara, Dr. Lili Suparli, S.Sn., M.Sn selaku penulis naskah dan sutradara pada pertunjukan Opera Ramayana sebagai perayaan penutup wisuda gelombang II tahun 2018, akan menampilkan pertunjukan yang berbeda. Dirinya akan mengaktualisasikan cerita dengan berbagai unsur seni.

"Opera Ramayana dengan Lakon Prahara Anggada akan menggabungkan kekuatan-kekuatan seni yang ada di lingkungan ISBI, dikemas dengan drama tari, musik, dialog Verbal, visual artistik," ungkapnya.

Kata Bijak Fakta Bandungraya

Jika kau merasa besar periksalah hatimu mungkin ia sedang bengkak. Jika kau merasa suci periksalah jiwamu mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kau merasa wangi periksalah ikhlasmu mungkin ada asap dari amal shalih mu yang hangus terbakar riya.