Sidak Ragam Jaya Utama, Dansektor 21 : Bukan Masanya Lagi Buang Limbah Kotor


FAKTABANDUNGRAYA.COM, CIMAHI - Keberadaan Satgas Citarum Harum mampu meningkatkan kesadaran bagi para pelaku industri terhadap kelestarian lingkungan khususnya ekosistem sungai. Hal ini terlihat saat Satgas Citarum Sektor 21 melakukan pengecekan hasil dan proses pengolahan limbah cair industri tekstil milik CV. Ragam Jaya Utama yang berlokasi di Jalan Nanjung No 90, Cimahi, Kamis (13/12).

Pabrik tekstil yang memproduksi kain tenun dan pencelupan ini menambah daftar perusahaan yang telah melakukan pembenahan terhadap IPAL dan menjadi salah satu bukti pelaku industri yang berbuat untuk perbaikan tanpa harus lebih dulu ditindak oleh Satgas.

Saat melakukan pengecekan, Dansektor 21 beserta anggotanya Satgas Subsektor 21-13 Cimahi Selatan, dan disaksikan oleh Fatah selaku pimpinan perusahaan mengecek satu persatu outlet pengolahan limbah pabrik yang menghasilkan limbah cair 240 hingga 250 meter kubik perhari.

Usai melakukan pengecekan, Dansektor 21 merasa optimis program Citarum Harum akan berhasil jika setiap perusahaan melakukan pembenahan dan perbaikan IPAL sebelum ditindak oleh Satgas.

"Pabrik ini masih CV, tapi pembenahannya sudah luar biasa, kita lihat hasil pengolahan sudah cukup jernih dan aman, karena diujung outlet pembuangan ikan koi yang ada di kolam hidup. Untuk sementara parameter itu yang diterapkan satgas sambil menunggu parameter baku mutu terbaru yang nanti akan diatur pemerintah melalui Kementerian LH," jelas Kolonel Yusep.

"Dengan melakukan pengolahan limbah seperti ini, artinya pabrik ini tidak hanya menjadi menopang kebutuhan karyawan, tetapi juga menjaga dan menyelamatkan ratusan keluarga dan masyarakat yang ada di bantaran sungai," ungkapnya.

"Saya berharap semua pabrik yang ada di DAS Citarum, khususnya yang ada di wilayah sektor 21 untuk berbenah dan sejalan dengan program citarum. Karena udah bukan masa nya lagi buang limbah kotor ke sungai, masyarakat dan dunia sudah terbuka dalam menyoroti lingkungan, sehingga kita semua juga harus sadar untuk sama sama melakukan yang terbaik," harapnya.

Sementara, Fatah selaku perwakilan CV Ragam Jaya Utama mengaku bahwa perbaikan yang dilakukan perusahaan ini berlangsung sejak 5 tahun yang lalu. Perusahaan kami, kata Fatah, proses pengolahan limbahnya menggunakan metode biologi dan kimia. Untuk biologi digunakan dua proses yakni Aerob dan Unaerob, setelah itu dilanjutkan dengan proses kimia.

"Belakangan ini proses kimia kita kurangi dengan penambahan proses karbon filter," ujarnya.

Pihaknya juga mengklaim bahwa investasi untuk penambahan fasilitas pengolahan yang sedang dikerjakan menghabiskan kisaran anggaran 2 miliar rupiah, diperuntukan penambahan bak klarifier 3 unit dan penambahan filter sebanyak 6 unit.

Secara bertahap kami meningkatkan pengolahan, makanya saat ini fasilitas fasilitas penunjang IPAL akan kita lengkapi untuk hasil limbah yang lebih baik. Total investasi, saya rasa mungkin akan menghabiskan 2 miliar," ungkapnya.

Peningkatan peningkatan fasilitas IPAL yang dilakukan, lanjut Fatah, pada prinsipnya bisnis itu harus optimis kedepan akan lebih baik, jadi sebelum kita meningkatkan produksi, kita sudah harus memenuhi kapasitas pengolahan limbahnya terlebih dahulu.

"Jangan sampai, istilah yang biasa saya bilang ke anak anak, jangan sampai punya rumah septic tank nya kecil penghuninya banyak, sebelum penghuninya banyak septik tank nya kita benahi dulu, jadi nanti tidak menimbulkan masalah," tuturnya.

Dirinya juga mengaku, semenjak ada satgas citarum khususnya Sektor 21 yang dipimpin oleh Kolonel Yusep, selokan warga yang melewati pabriknya sudah semakin lebih baik, jauh berbeda sebelum satgas citarum bertugas.

"Kalo saya melihat, kebetulan selokan warga yang melewati pabrik saat ini sudah terlihat bagus, kalo saya membuang limbah tidak bagus masa saya tidak malu, istilahnya mah kalo ngaca didepan mata," ungkapnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.