Hadapi Revolusi Industri 4.0, Disdik Jabar Gonjot Peningkatkan IPM dan APK

Dr.Ir.Hj.Dewi Sartika, MSi
(Kadisdik Jabar) / foto : husein widjaya
Bandung, faktabandungraya.com,-- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat DR. Dewi Sartika mengatakan, Dinas Pendidikan Jabar beserta jajaran bekerjasama dengan Disdik Kabupaten/kota se Jabar, dibawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil akan bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan IPM (Indek Pembangunan Manusia) dan APK (Angka Partisipasi Kasar).

Untuk mengejar ketertinggal IPM dan APK tentunya yang utama adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan internal dan eksternal. Untuk itu, Disdik Jabar akan menggenjot SDM.

Menurut Dewi Sartika yang akrab disapa Ike ini mengakui bahwa IPM Jabar saat ini baru mencapai angka 70,69 sedangkan IPM Nasional 70,81. Jadi IPM Jabar masih dibawah sedikit IPM Nasional.

“Ada tiga indikator penentuan IPM yaitu Ekonomi (Daya beli masyarakat); Pendidikan dan Kesehatan. Bidang Pendidikan ini tentunya menjadi tanggungjawab kita, untuk itu, program-program dari Disdik Jabar harus bertujuan untuk meningkatkan IPM Bidang Pendidikan”, kata Kadisdik Ike saat bincang-bincang dengan wartawan yang tergabung dalam Jabar Media Grup di ruang kerjanya, Jl Rajiman No.6, Bandung, Jumat (18/1/2019).

Dikatakan, untuk mengejar IPM Bidang Pendidikan , pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah meluncurkan beberapa program inovasi yang cukup brilian seperti, Program Ngabring ka Sakola; Program Jabar Masagi; Program Sekoper Cinta; Program Kolecer dan Candil; Program Jabar Quick Response. Bahkan masih ada beberapa program lagi yang akan diluncurkan pak Gubernur Emil. Semua program yang diluncurkan tentunya bertujuan untuk meningkatkan IPM, walaupun tidak semua tanggungjawab Disdik Jabar tapi ada juga di OPD lainnya,   ujarnya.

Selaku leading sektor yang bertanggungjawab terhadap Pendidikan tentunya kita (Disdik Jabar-red) bekerjasama dengan Disdik Kab/kota se Jabar, untuk bersama menggenjot SDM demi mengejar ketertinggalan angka IPM Nasional.

Adapun terkait dengan Angka Partisipasi Kasar (APK), dimana APK Jabar baru mencapai 81,25 sedangkan APK Nasional sudah diangka 86,94, ini menunjukan APK Jabar masih jauh dibawah APK Nasional. Hal ini, menjadi tanggungjawab bersama, bukan hanya Disdik Jabar

“Memang APK SLTA merupakan tanggungjawabnya ada ditingkat Provinsi, namun, untuk mencapai peningkatakan APK tentunya tidak terlepas dari singkronisasi ditingkat PAUD, SD dan SLPT. Untuk itu Pemprov Jabar tidak bisa hanya membatasinya hanya sesuai kewenangannya saja, tetapi harus menyeluruh,satu kesatuan antar Provinsi dan Kabupaten Kota”, jelasnya.

Lebih lanjut Ike mengatakan pada tahun 2019 ini sampai akhir pmerintahan Gubernur Emil , kita akan kejar APK dan kita harus optimis dapat melampaui dari APK Nasional untuk SMA," harapnya.

Saat ditanya apa yang menjadi kendala sehingga APK Jabar jauh dibawah Nasional ?.... menurut Ike ada beberapa persoalan seperti jumlah guru yang memang belum sesuai dengan anak didik, jumlah sekolah dan jumlah murid yang belum sesuai termasuk juga soal sarana-prasarana sekolah dan lingkungan.

Selain itu, kendala lainnya, mutu pendidikan di Jawa Barat juga masih kurang, sehingga perlu segera ditingkatkan karena kita akan dihadapkan pada era revolusi Industri 4.0.

Ike yang baru beberapa pekan menjadi Kadisdik Jabar yakin sebab semua teman dari masing-masing bidang seperti Balai, Kantor Cabang Daerah (KCD) siap membantu.

Pada tingkat SMK, untuk mengatasi Era Revolusi Industri, menurut Ike mata pelajaran harus disesuaikan dengan optekernya.

"Kalau dulu itu, kita yang menentukan mata-mata pelajaran, kalau sekarang dibalik, jadi kita bekerjasama dengan industri-industri," katanya.

Maksudnya, industri mengingatkan mata pelajaran apa yang tengah dibutuhkan dalam dunia kerja, lalu kita menjabarkannya lewat kurikulum.

"Jadi kita bekerjasama dengan industri-industri, industri menginginkan apa mata pelajarannya, kemudian balik ke kita dan kita sesuaikan,".

Dalam hal peningkatan mutu pendidikan di Jabar, kita juga terus berupaya menjalin kerjasama dengan pelaku industri. Bahkan kita juga, menjalan kerjasama dengan beberapa negara, dengan cara mengirim para guru dan tenaga kependidikan ke berbagai negara termasuk juga pertukaran anatar pelajar, pungkasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.