Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PPP Optimis Koalisi Pendukung Jokowi-Ma’ruf Menangkan Jabar

Senin, 11 Februari 2019 | 12:04 WIB Last Updated 2019-02-11T05:09:53Z
Klik
Jabar, faktabandungraya.com,--- Partai Persatuan Pembangunan selaku salah satu Partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf, optimis mampu memenangkan pasangan 01-Jokowi-Ma’ruf dalam pertarungan Pilpres di provinsi Jawa Barat. Namun, demikian tentunya kita perlu kerja keras. Karena beberapa wilayah Kab/kota masih merupakan basis suaranya kubu Prabowo.

Menurut Wakil Ketua DPW PPP Jabar H.Yusuf Puadz, dengan kerja keras bahu membahu antar partai koalisi tentunya perjuangan yang gigih dan keras akan membuahkan hasil yang maksimal. Disamping itu kita juga sadar bahwa sampai saat ini masalah penyebaran Hoax dan Fitnah terus digelontorkan oleh kubu sebelah untuk menyerang Jokowi-Ma’ruf. Sehingga tidak sedikit pula masyarakat termakan isu Hoax dan Fitnah tersebut.

Pada Pilpres 2014 lalu, begitu masifmya isu dan fitnah terhadap Jokowi yang disebutkan keturunan PKI, dan kini isu PKI tersebut ditiupkan kembali menjalang Pilpres 2019 ini. Bahkan, kini dimunculkan isu bahwa Jokowi antek asing dan aseng. Semua isu yang dihembuskan tersebut tujuannya untuk menggerus elektabilitas pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf yang sampai saat ini masih tinggi dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandi.

Cara-cara berpolitik yang tidak sehat ini sengaja dihembuskan kubu lawan terutama di Media sosial. Untuk itu, dalam melawan berita bohong dan fitnah, tidak perlu diserang dengan kebohongan juga tapi kita buktikan dengan kerja keras dan terus-terusan mensosialisasikan bukti-bukti kerja yang telah dikerjakan selama Jokowi mempimpin Indonesia, kata yusuf Puadz saat ditemui di gedung DPRD Jabar.

Dalam menyakinkan masyarakat Jabar bahwa isu PKI, antek Asing dan Aseng terhadap Jokowi bahwa isu itu semua tidak benar dan sengaja ditiupkan kubu lawan memang tidak gampang, karena masyarakat sudah termakan isu dan fitnah tersebut. Untuk itu, koalisi Parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf terus memberikan pemahaman dan sosialisasikan bahwa Jokowi- tidak demikian dan isu tersebut tidak benar. Dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, dan mengatakan yang sebenarnya tentunya kita berharap sisa waktu yang tersisa menjelang pencoblosan tanggal 17 April mendatang, kita berharap bisa mengubah sikap politik masayrakat yang awalnya akan mencoblos Prabowo-sandi berubah menjadi mencoblos Jokowi-Ma’ruf , ujar Yusuf yang anggota Komisi I DPRD Jabar ini.

“ Waktu yang tersisa ini akan kita maksimalkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang benar terkait kinerja, bukti kerja dan rekam jejak Jokowi selama memimpin Indonesia. Apa yang telah dibuat sebagai bukti bahwa Jokowi telah memiliki pengalaman dibandingkan 02 Probowo-Sandi, ujarnya.

Sementara itu senada dengan Yusuf Puadz, ditempat terpisah, Wakil Ketua DPW PPP Jabar, Uu Ruzhanul Ulum yang juga Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Jokowi-Ma’ruf, mengakui bahwa TKD Jokowi-Ma’ruf Jabar optimis dapat memenangkan pasangan 01 dalam Pilpres 2019 mendatang.

Untuk menangkan Jokowi-Ma’ruf di Jabar memang membutuhkan perjuangan cukup berat, tapi kita optimis, dengan mengerahkan seluruh potensi dan kekuatan kader yang di miliki PPP dan seluruh parpol pengusung dan pendukung Jokowi-Ma’ruf, kita optimis menang.

“Kita akan kerahkan seluruh kader PPP bekerjasama dengan Parpol pengusung dan pendukung Jokowi-Ma’ruf dalam berkempanye secara merata diseluruh pelosok, kecamatan dan dearah se Jabar. Bahkan kini TKD Jabar telah melakukan kampnye secara door to door (dari pintu ke pintu) termasuk juga sosialisasi melalui udara (media sosial) akan terus ditingkatkan sampai jelang pencoblosan 17 April mendatang, ujarnya.

“Saya selaku Ketua Dewan Pengarah TKD Jabar, terus-terusnya mengingatkan, agar semua serangan isu dan fitnah terhadap Jokowi-Ma’ruf tidak perlu dilakukan dengan cara yang sama yang telah dilakukan kubu sebelah. Tetapi kita luruskan isu-isu yang tidak benar tersebut kepada masyarakat Jabar”, tandasnya. (sein)
×
Berita Terbaru Update