Dinas SDA Jabar Siap Sukseskan 7 Proyek Strategis Nasional dan 5 Proyek Strategis Provinsi

Bandung, Faktabandungraya.com,-- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Sumber Daya Air siap mengamankan dan mensukseskan pembangunan tujuh (7) proyek strategis Nasional yang ada di wialyah Jawa Barat dan Lima (5) proyek strategis provinsi Jawa Barat.

Menurut Asisten Daerah II bidang Ekonomi dan Pembangunan, DR. H.Edy Iskandarmuda Nasution mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun kedepan berdasarkan Peraturan Presiden no. 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

Ada 65 Bendungan yang akan di bangun se Indonesia. Dari 65 tersebut, ada 8 bendungan strategis nasional yang berada di wilayah Jawa Barat, yaitu terdiri dari :Bendungan Ciawi dan Sukamahi di kabupaten Bogor ; Bendungan Sadawarna di kabupaten Subang; Bendungan Kuningan di kabupaten Kuningan; Bendungan Cipanas di kabupaten Sumedang/ kabupaten Indramayu; Bendungan Leuwikeris di kabupaten Tasikmalaya/ kabupaten Ciamis dan Bendungan Matenggeng di kabupaten Ciamis/ kabupaten Pangandara

Dari 8 bendungan di Jabar tersebut, sampai saat ini yang baru selesai adalah Bendungan Jati Gede Sumedang, tetapi belum beroperasi secara maksimal, masih tahap uji coba, kata Asda II DR. H Edy Isknadarmuda Nasution didampingi Kadis Sumber Daya Air DR. Hj.Linda Al Amiin dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di taman belakang Gedungsate, jalan Diponegoro No 22 Bandung, Kamis (4/4-2019).

Dikatakan, dari ke 7 bendungan tersebut, ada yang sudah mulai dibangun, ada baru tahap perencanaan dan ada tahap membebasan lahan. Sehingga diperkirakan ke 7 Bandungan tersebut dapat selesai pada akhir tahun 2022 atau 2023 mendatang. Yang kesemuanya menggunakan anggaran dari APBN (Pusat).

Lebih lanjut Edy mengatakan, fungsi dibangunnya 7 bendungan ini adalah : sebagai penyedia air baku (irigasi, air minum, industri dan rumah tangga); pengendali banjir; ketahanan energy; konservasi sumber daya air.

Sedangkan manfaat yang diharapkan yaitu terlayaninya kebutuhan air untuk pertanian; air minum; sarana olah raga; pariwisata; tenaga listrik; peningkatan pendapatan; penyerapan tenaga kerja konstruksi, jelasnya.

Di Jabar ada beberapa sungai besar diantaranya sungai Citarum ( dari Kab. Bandung sebagai hulunya sampai Muaragembong Bekasi); Sungai Cimanuk hulunya di Kab Garut dan hilirnya sampai laut jawa di utara; Sungai Cintanduy yang hulunya Tasik sampai Ciamis dan Jateng ( Lintas Provinsi/ sungai strategis nasional karena lintas provinsi ( Jabar-Jateng); Sungai Ciliwung dari Bogor Kebon teh Puncak ke Wilayah DKI. Termasuk juga Sungai Citarum, masuk strategis Nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Jabar, Dr Linda Al Amiin menambahkan, selain 7 proyek strategis nasional tersebut, Dinas SDA Jabar juga memiliki program strategis yang telah dicanangkan oleh pak Gubernur M Ridwan Kamil, pada waktu peringatan Hari Air Dunia di objek wisata Waduk Darma Kuningan, beberapa waktu lalu.

“Pencanangan Waduk, Situ, Saluran dan Pantai Multifungsi di Jawa Barat, Pencanangan Waduk Darma Sebagai Destinasi Wisata Internasional. Selain itu, revilitalisasi dan penataan lima sumber daya air multi fungsi yaitu penataan Waduk Darma kuningan, penataan Situ Ciburuy kab Bandung Barat, Rawakalong kota Depok, Kalimalang di kota Bekasi, Breakwater Pangandaran kab Pangandaran”, katanya.

Linda menjelaskan ke 5 SDA strategis tersebut akan ditata menjadi kawasan SDA multi fungsi, baik sebagai objek pariwisata, sebagai sumber air ,sebagai sumber energi dan juga dapat dijadikan gelar budaya dan sebagainya.

Dari kelima proyek strategis tersebut, saat ini ada baru tahap DED, Pembebasan lahan, ada yang sudah mulai pembangunan/ Manajemen Kontruksi. Diperkirakan kelima proyek tersebut ditargetkan semua tuntas dalam waktu lima tahun kedepan (tahun 2023), ujarnya.

Adapun terkait perkembangan pembangunan bendungan /Waduk, Kadis SDA Linda menjelaskan, untuk bendungan Ciawi-Kab Bogor luas genangan 39,32 Ha, kondisi kontruksi fisiknya baru mencapai 9,51%; Bendungan Sukamahi Kab.Bogor luas 49,66 Ha realisasi fisik=14,19% dan Keuangan=24,31%; Bendungan Sadarwana Kab Subang, Sumedang dan Indramayu luasnya 498,43 Ha, kondisi saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan;

Selanjutnya Bendungan Kuningan di Kab.Kuningan luas genangan 221,59 Ha, Konstruksi sudah dimulai tahun 2013, realisasi fisik =95,928%; Keuangan=90,935%. Ditargetkan selesai akhir tahun 2019; Bendungan Cipanas di Kab Sumedang dan Indramayu luas genangan 1.444,01 Ha dengan target selesai thn 2020; Konstruksi sudah dimulai tahun 2016, kondisi fisik Fisik=16,66%; Keuangan=17,93%; Bendungan Leuwi Keris di Kab Tasikmalaya dan Ciamis luas genangan 242,90 Ha target selesai 2021, kondisi fisik saat ini = 46,85%; dan Bandungan Matenggeng di Kab Ciamis dan Pangandaran masih tahap proses review desain.

Linda juga menjelaskan tugas dan peran Dinas SDA dalam rangka percepatan pelaksanaan pembangunan 7 bendungan strategis di Jabar, diatur berdasarkan Perpres No 3 tahun 2016 tentang Percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional, yang ditindak lanjuti oleh gubernur jabar dengan membentuk satuan manunggal satuan administrasi manunggal satu atap (samsat) penanganan aspek sosial dan lingkungan pembangunan 7 (tujuh) bendungan strategis di jawa barat yang di tetapkan pada tanggal 5 desember tahun 2016.

Intinya, Dinas SDA Jabar siap mengamankan dan mensukseskan 7 proyek strategis nasional dan tentuya juga 5 proyek strategis Provinsi Jabar harus jauh lebih sukses sesuai dengan target, tandasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.