Peran Penting Bunda Literasi Dalam Menumbuhkan Kebiasaan Membaca

GEDUNGSATE, Faktabandungraya.com,-- Bunda Literasi Jawa Barat Atalia Praratya mengatakan, bahwa gemar membaca dimulai dari sebuah kebiasaan. Untuk itu, peran orang tua atau keluarga sangat diharapkan dalam menumbuhkan kebiasaan membaca setiap individu.

“Peran Bunda Literasi sangat penting, karena anak itu gemar membaca bukan karena keturunan, tetapi yang utama karena kebiasaan dari orang tuanya di rumah, sehingga saya sebagai Bunda Literasi akan terus mendorong para bunda di rumah untuk menjadi pendidik pertama,” kata Atalia dalam acara Festival Literasi 2019 di Gedungsate, sabtu (20/4-2019).

Dalam acara tersebut, Atalia meluncurkan dua bukunya yang berjudul “Mia dan Ikan Goreng” dan Catatan Kecil Tentang Kita #SiCinta. Atalia berharap buku tersebut bisa memberikan pengaruh bahwa membaca dan menulis adalah bagian penting dari literasi.

“Ini adalah buku kedua dan ketiga saya. Harapannya adalah membuat mereka (masyarakat) terpengaruhi semua, bahwa membaca saja tidak cukup dan menulis pun penting, sehingga ke depannya lebih banyak lagi penulis dan penerbit yang mampu menghadirkan karya-karya yang baik,” harap Atalia.

Atalia mengaku, buku “Mia dan Ikan Goreng” tersebut terinspirasi dari perannya sebagai Bunda Literasi Bunda Paud, dan Ketua Umum Forikan. “Penting sekali untuk menyampaikan hal terkait dengan Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Saya mencari buku-buku itu di seluruh Indonesia tapi tidak ada,” akunya.

Sementara buku Catatan Kecil Tentang Kita #SiCinta, lanjut Atalia, terinspirasi dari berbagai masukan dan cerita yang diberikan orang-orang yang ditemuinya. Buku ini pun dia dedikasikan bagi perempuan Indonesia.

“Ketika saya bertemu seseorang Ibu, kalau memberi masukan dan masukan itu saya tulis dalam buku, saya bertemu dengan anak-anak itu juga jadi inspirasi saya, saya berinteraksi dengan siapapun saya tulis di buku saya,” cerita Atalia.

“Sebetulnya, ini saya buat untuk membangun para perempuan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya agar menjadi inspirasi dan mau menghadirkan karya, karena tidak ada karya yang buruk,” ucapnya.

Festival Literasi 2019 bertema “Habis Gelap Terbitlah Terang” digelar dalam rangka menyambut Hari Buku Sedunia dan juga Hari Kartini. Sekaligus merayakan Hari Buku Internasional yang ditetapkan oleh Unesco setiap 23 April. Hal ini sebagai hari perayaan tahunan untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan, dan juga hak cipta.

“Kartini adalah penggerak literasi pada zamannya. Oleh karena itulah, kami menggagas sebuh tema ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, menunjukkan bahwa cahaya itu akan hadir ketika kita mau menggalinya,” tutur Atalia dalam sambutannya.

Selain pasar buku dari berbagai penerbit dan pameran produk literasi dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat, agenda Festival Literasi 2019 bersamaan dengan gelaran Rapat Koordinasi dan Workshop Bunda Literasi kota/kabupaten se-Jawa Barat. Selain itu, ada pula permainan literasi, lomba puisi Piala Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat, dan flash mob “Ayo Membaca”.

Para pengunjung festival ini juga menikmati penampilan dari Tulus, Ferry Curtis, Pendongeng Kak Andi Yudha, Star Syndrome Band, Angklung Forkopimda, serta berbagai penampilan dari sekolah di wilayah Bandung Raya. (hms/red).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.