BLK PMI Disnakertrans Jabar Gandeng BJB, Biayai Pekerja Migran ke Luar Negeri

JABAR, Faktabandungraya.com,-- Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa barat melalui Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) menggandeng Bank BJB untuk pembiayaan tenaga kerja ke luar negeri. Setelah dilatih dan dipastikan bekerja ke luar negeri, calon tenaga migran bisa mendapat bantuan pembiayaan dari Bank BJB, melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat) PMI.

Menurut Kepala Disnakertrans Jabar M. Ade Afriandi, pihaknya menggagas merangkul Bank BJB karena mayoritas calon tenaga kerja migran kita ( asal Jabar-red) kesulitan dalam hal pendanaan untuk proses persiapan administrasi melakukan migrasi. Inilah yg menyebabkan rendahnya animo masyarakat Jabar berangkat ke luar negeri utk bekerja.

Dikatakan Ade Afriandi, Kami berupaya untuk mengurangi hambatan-hambatan migrasi, sambil membangun sistem perlindungan yang baik. Ini menjadi bagian dari hasil studi Disnakertrans Jabar ke Philippines beberapa waktu yg lalu.

Sementara itu, Kepala BLK PMI Teguh Kasbudi mengatakan, setiap tahunnya lebih dari 50.000 tenaga kerja migran dari Jawa Barat diberangkatkan ke luar negeri. Terakhir, katanya, BLK PMI memberangkatkan 55.763 pekerja migran ke berbagai negara, di antaranya Jepang, Korea, dan Singapura.

Namun, sebelum diberangkatkan ke luar negeri, semua para calon tenaga kerja migran asal Jabar terlebih dahulu mendapatkan pelatihan di BLK PMI. Setelah dilatih dan siap bekerja ke luar negeri, para calon pekerja migran akan mendapatkan bantuan pembiayaan dari Bank BJB untuk keberangkatan , kata Teguh Kasbudi seusai rapat koordinasi stakeholders yang dihadiri perwakilan Manajemen Bank Bjb, di kantor BLK PMI , Bandung, Kamis (18/7/2019).

Peserta pelatihan, katanya, wajib memiliki rekening BJB untuk kepentingan bantuan pembiayaan tersebut. Tak hanya itu, lanjut Teguh, setiap pembayaran honor ataupun yang lainnya dilakukan secara noncash melalui rekening bank milik Pemprov Jabar tersebut.

Sementara itu, Grup Head Remitance Bank BJB Shinta Mustika Rina kepada wartawan mengatakan, pihaknya siap menyalurkan KUR PMI, namun secara teknis masih menunggu surat edaran Menteri Koordinator Perekonomian. “Kemungkinan kita akan melayani KUR PMI ini dalam tiga bulan ke depan,” kata Shinta.

Bank BJB kini sedang menyiapkan sistemnya, yang teritegrasi dengan data pekerja migran dan yang lainnya. Layanan pinjaman ini, katanya, diberikan sekali kepada pekerja migran dengan bunga 7 %. “Syaratnya yang bersangkutan harus memiliki job order. Sedangkan besaran platform-nya tergantung negara mana yang dituju,” kata Shinta.

Ia mencontohkan, untuk bekerja di Jepang diperkirakan memberikan pinjaman antara Rp 30-40 juta. Dana ini akan dikembalikan melalui potong gaji, bekerja sama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3PMI). (hms/red).
  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.