Citarum Harum, Permasalahan Sampah Masih Menjadi Fokus Pangdam Siliwangi

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono soroti permasalahan sampah yang hingga saat ini belum dapat terselesaikan, terutama di wilayah DAS Ciatarum. Hal itu diungkapkan Pangdam dalam acara coffee Morning dan silaturahmi Kodam III/Siliwangi bersama insan media, BBWS Citarum, penggiat dan pemerhati lingkungan Peduli Citarum di Ruang Silihwangi Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Kamis (4/7/19).

Penanganan Citarum secara bersama-sama selama dua tahun berjalan ini, kini mulai menunjukan hasil yang signifikan. Hasil ini merupakan karya kita semua aktivis, wartawan dan semua elemen, termasuk juga masyarakat yang tinggal di seputaran bantaran Citarum.

Kondisi Sungai Citarum saat ini memang sudah mulai baik dan bersih, untuk itu, mari kita sama melakukan pengawasan Citarum dan tolong rekan – rekan wartawan bantu. Karena, keberadaan Sungai Citarum merupakan harkat hidup orang banyak.

" Kita tunjukan pada dunia bahwa kita mampu merubah kondisi Citarum yang dulu sungai terkotor di dunia kini sudah berubah , karena peran budayawan, wartawan, akademisi dan elemen masyarakat semua. Untuk itu, kita berterima kasih dengan kinerja semua untuk demi Citarum", himbau Pangdam.

Lebih lanjut Pangdam Tri mengatakan, pembenahan kondisi lingkungan di bantaran Citarum, tengah kita kerjakan, dan bahkan sebagian sudah indah dan menjadi ruang terbuka hijau. Namun, masalah hingga sekarang yang belum terselesaikan itu adalah sampah.

"Saya selalu bilang sama para Dansektor bahwa ini memang dilema, satu sisi kalau sampah ini tidak dimasukkan kedalam incinerator tentu akan ngumpul begitu dibakar pasti ada asap dan karbonnya. Tetapi apa boleh buat daripada sampah menumpuk. Apalagi sampah yang ada mencapai 340 ribu ton perhari, masyarakat tidak punya pilihan dengan membuang sampah ke sungai, tapi sekarang sudah tidak lagi, “ terang Pangdam.

Dalam penangan sampah, menurut Pangdam, yang pertama kita merubah mindset masyarakat bahwa sungai itu adalah serambi depan rumah kita dan sungai ini merupakan sumber kehidupan bagi orang banyak.

"Tidak mudah, maka kita libatkan para akademisi, para media untuk menyampaikan pesan sehingga masyarakat sadar tetapi juga tidak kalah pentingnya harus menyiapkan solusi tempat pembuangan sampah," tegasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap, hendaknya jadikanlah sungai ini menjadi beranda depan rumah kita, artinya ketika kita bangun tidur lihatnya sungai bersih. Rumah-rumah yang kemaren kita bongkar dijadikan ruang hijau, dan saya mendapat laporan setiap hari Sabtu dan Minggu digunakan oleh ibu-ibu untuk senam disitu, masyarakat aktif disitu dan ternyata sangat indah," pungkasnya. (Red/pendam)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.