Jelang PON XX Papua 2020, Jabar Ngotot Pertahankan Atlet Soft Tennis Tidak Dibatasi Usia

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Jelang persiapan PON XX di Papua tahun 2020 mendatang, KONI Papua mengusulkan atlet Soft Tennis pembatasan usia bagi atlet soft Tenis yang akan diturunkan pada PON XX. Hal ini, tentunya tidak sejalan dengan hasil Rakernas lalu. Untuk itu Pengurus Pesti Jabar akan berjuang dalam Rakornas 2019 agar Pesti Pusat memutuskan berdasarkan hasil Rekernas Pesti.

Menurut Ketua Pesti jabar, H. Bambang Haryono, permintaan KONI Papua yang membatasi usia atlet Soft Tennis yang bisa ikut PON XX/2020 yaitu usia maksimal 28 tahun, sampai saat ini belum diputuskan oleh pengurus Pesti Pusat. Usulan KONI Papua ini baru akan dibahas dalam Rakornas Pesti di Jakarta pada tanggal 17 Agustus mendatang. Jadi belum diputuskan, ujarnya.

“ Pesti Jabar bersama pengurus Pesti provinsi lain, akan berjuang maksimal dalam Rakornas Pesti yang akan di gelar di Jabar pada 17 agustus mendatang, untuk tetap mengacu pada hasil Rakernas”, ujar Bambang Haryono saat ditemui di Sekretariat Pesti jabar, jalan Maluku Bandung, senin (12/8-2019).

Dikatakan, dalam Rakernas sebelumnya, mengingat pada PON XIX/2016 lalu, Cabor Soft Tennis baru sebagai Cabor Eksibisi, maka seluruh Pengurus Pesti Provinsi sepakat, atlet Soft Tennis tidak dibatasi usia. Hal ini untuk merangsang- atlet-atlet untuk bertanding di PON. Oleh karena itu terkait permintaan KONI Papua, akan dibahas langsung dalam Rakornas Pesti pada 17 Agustus 2019 mendatang.

Pesti Jabar tentunya sangat berharap, hasil Rakornas Pesti nanti dapat mencari jalan tengah sehingga diputuskan menjadi prasyarat dengan mengakomudasi semua kepentingan pengurus Pesti provinsi lainnya. Bukan semata-semata mengikuti permohonan Koni Papua saja, ujarnya.

Sedangkan bagi Pesti Jabar sendiri, Bambang mengatakan, mempunyai kepentingan karena masuknya cabor Soft Tenis dalam PON tentunya tidak bisa lepas dari andilnya Jabar ketika menjadi tuan Rumah PON XIX/ 2016 ketika Cabor Soft Tennis menjadi eksibisi PON. Untuk itu, kita akan ngotot, agar Rakornas nanti untuk tetap berpegangan pada hasil Rakernas sebelumnnya, yaitu tidak membatasi usia bagi atlet Soft Tennis akan turun dalam ajang PON XX/2020 mendatang.

“Saya selaku Ketua Pesti Jabar, telah melakukan komunikasi dengan pengurus Pesti Provinsi lain, dan Alhamdulillah, kita mendapat Support dari seluruh provinsi lain. Mereka sepakat menerapkan hasil Rakernas lalu, yaitu atlet Soft Tennis yang akan diturunkan dalam ajang PON 2020, tidak dibatasi usia’, ujarnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, permintaan pembatasi usia atlet soft tennis bukan dari pengurus Pesti Papua tetapi langsung dari Koni Papua, untuk itu, tentunya pengurus Pesti Jabar berharap dukungan / support dari Pengurus Koni Jabar juga.

Adapun dukungan yang kita harapkan yaitu, Ketua Koni Jabar mengirim surat ke Ketua Umum Pesti Pusat, agar prasyarat yang diminta Koni Papua jangan dipenuhi. Tetap merujuk hasil Rakernas Pesti lalu.

Saat ditanya sejauh mana langkah-langkah Pesti jabar dalam menghadapi PON XX Papua mendatang, menurut bambang, Pengurus Pesti Jabar sudah melakukan penjaringan atlet Soft Tennis yang berasal dari pengurus cabang Pesti kab/kota se Jabar. Namun, kendala sekang kita belum bisa melakukan seleksi Popda.. hal ini karena regulasi yang sampai saat ini belum turun dari pengurus Pesti Pusat untuk PON. Sehingga Pesti Jabar dalam menjaring atlet muda soft Tennis mengalami kesulitan.

Untuk itu, kita berharap dalam Rakornas nanti, Pesti Pusat segera mengeluarkan regulasinya, sehingga dapat menjadi referensi dalam menjaring atlet soft tennis secara maksimal, tandasnya. (husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.