Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Kusmayadi : Belilah Hewan Kurban Berkalung “SEHAT” Sudah Diperiksa Kesehatan dan Fisiknya

JABAR, Faktabandungraya.com,-- Menjelang Hari Raya Iedul Adha 1440 H, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan dan Persatuan Dokter Hewan indonesia (PDHI) Jawa Barat menghimbau kepada masyarakat yang akan membeli hewan kurban, hendak membeli hewan yang berkalung “ SEHAT”.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Kusmayadi Tatang Padmadinata mengatakan hewan yang sudah dipakaikan kalung Sehat, itu berarti sudah dilakukan pemerikasaan, baik pemeriksaan fisik, kesehatan maupun umurnya.

“Dalam pemerikasaan hewan kurban dilaksanakan dalam dua tahap, yakni ante mortem (sebelum dipotong) dan post mortem atau (setelah dipotong), hewan kurban yang dinyatakan sehat diberikan tanda berupa kalung sehat”, kata Kadis KPP Jabar Kusmayadi dalam acara Jabar Punya Informasi (JAPRI) yang digelar di Pelataran Parkir timur Gedung Sate, jalan Diponegoro 22 Bandung. Kamis (1/8/2019).

Turut menjadi Narasumber Japri, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas KPP Jabar yang juga Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban Jabar , drh. Arif Hidyat dan Ketua Persatuan Dokter Hewan indonesia Jawa Barat (PDHI), drh. Pranyata

Kusmayadi juga meminta kepada masyarakat agar pada musim penyembelihan hewan Kurban tidak menyembelih hewan dihadapan hewan lainnya.

“Hewan juga punya insting. Bila hewan kurban disembelih dihadapan hewan Kurban lainnya akan menimbulkan hewan lainnya stres dan peredaran darahnya membeku. Akibatnya, daging hewan yang stres tersebut alot atau membeku dan tidak enak dimakan”, pintanya.

Dikatakan, sambut Hari Raya Iedul Adha 1440 H atau Hari Raya Kurban 2019, seluruh Jabar disiapkan sekitar 250ribu hewan kurban, baik jenis Domba, Kambing, Sapi maupun Kerbau. Stock 250ribu ekor hewan ini, kita rasa cukup. Hal ini mengingat pada tahun 2018 lalu, kita siapkan stock hewan kurban sebanyak 260ribu ekor yang disembelih sebanyak 241 ekor, ujarnya.

Lebih lanjut Kusmayadi mengatakan, terkait pemeriksanaan ceck fisik dan kesehatan hewan kurban, pemerintah provinsi Jabar telah membentuk Tim Pemeriksanaan Kesehatan Hewan Kurban yang beberapa waktu lalu penglepasannya langsung oleh Gubernur Jabar M.Ridawan Kamil.

Tim pemeriksa kesehatan hewan ini sudah disebar diseluruh Kota dan Kabupaten Jawa Barat sebanyak 800 orng terdiri dari dokter hewan dan tim medis dengan puluhan pemotong ynng sudah terlatih, katanya.

Sementara Ketua Tim Pemeriksa Hewan Kurban. drh. Arif Hidayat menambahkan, bahwa pihaknya sudah menyebarkan anggota Tim pemeriksa kesehatan hewan diseluruh Kota dan Kabupaten Jawa Barat sebanyak 800 orang terdiri dari dokter hewan dan tim medis dengan puluhan pemotong yang sudah terlatih, katanya.

Selain itu, untuk mengantisipasi masuknya berbagai penyakit yang dibawah oleh hewan, baik itu penyakit Antrax, Penyakit Kuku dan Mulut dan Cacing Hati, terutama menjalang Hari Raya Iedul Adha, Dinas KPP Jabar memperketat pemeriksanaan/ ceck point terhadap masuknya hewan-hewan dari luar Jabar, baik dari Jateng, Jatim, Bali, NTB,NTT maupun dari Lampung termasuk juga Sapi Infor dari Australia.

“Sampai hari ini, untuk sementara belum ditemukan adanya hewan yang mengandung penyakit seperti tersebut diatas”, ujar drh. Arif Hidayat.

Sementara Ketua PDHI Jabar, drh. Pranyata Tangguh Waskita menyebutkan, setiap mejelang Hari Raya Kurban, pihaknya selalu diminta untuk membantu dan mendukung pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

PDHI Jabar selalu mensupport kebutuhan hewan kurban yang sehat dan bermutu. Kita bersama Tim kesehatan dari DKPP Jabar memeriksa kesehatan hewan baik fisik, mental hewan, suhu tubuh hewan. Bahkan setelah dipotong, kita juga lakukan pemeriksaan kualitas dagaing dan dan jeroannya.

“Masyarakat harus memisahkan antara daging hewan kurban dengan jeroan, karena jeroan banyak mengandung bakteri dan menyimpan penyakit termasuk cacing”, ujarnhya.

Sedangkan terkait penyakit Anthrax disebutkannya, spora penyakit antrax tidak akan mati dalam 40 tahun, ciri-ciri hewan terkena antrax akan mengeluarkan darah dari lubang hidung, mulut dan anusnya.

Disebutkannya juga untuk berhati-hati bila mendapatkan hewan qurban yang mati tiba-tiba karena secara S.O.P itu dianggap sebagai hewan yang terkena antrax dan Hewan yang mati tiba tiba ini tidak boleh dibuka, harus diasingkan, ditanam dan dibakar karena bisa menimbulkan penyakit. Apalagi kalau hewan ini berasal dari derah endemis antrax seperti dari Kabupaten dan Kota Bogor dan Purwakarta. Tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar