Plh Sekda Jabar : Pendidikan Karakter Penting Bagi Pengembangan SDM

JABAR, Faktabandungraya.com,--- Pelaksana harian Sekretaris Daerah Daud Ahmad mengatakan, pendidikan atau pembentukan karekter penting sekali sebagai dasar integritas dan profesionalisme sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama di lingkungan pemerintahan, selain pelatihan, pendidikan, dan pembinaan.

Kompetensi ASN sangat dibutuhkan, untuk itu dalam pengembangan SDM bagi ASN yang sedang mengikuti Diklat harus diberikan Pendidikan Karakter sebagai dasar integritas dalam menjalankan tugas dilingkungan pemerintahan.

Demikian disampaikan Plh Sekda Jabar Daud Ahmad saat memberikan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Pengembangan Sumber Daya Manusia/Human Capital Development Plan (HCDP), di Hotel Sheraton, Kota Bandung, Kamis (14/8/2019).

"Pak Gubernur sering mengatakan, modal utama untuk jadi ASN ada 3 yaitu integritas, profesionalisme, dan melayani sepenuh hati. Itu semua dasarnya dari karakter kita," tambahnya.

Selain ketiga modal utama itu, Daud menjelaskan terkait empat syarat baru di 2019 untuk mengajukan permohonan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi ASN yakni (1) pengajuan dari badan kepegawaian setempat; (2) surat pernyataan pengangkatan alumni Diklat perencanaan dalam enam bulan setelah Diklat; (3) kelengkapan dokumen HCDP; (4) dan kelengkapan dokumen formasi.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Jabatan Fungsional Perencana Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencanaan (Pusbindiklatren) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rita Miranda, kurangnya kelengkapan dari empat syarat baru tersebut akan berimbas pada tidak akan dipanggilnya ASN tersebut untuk mengikuti Diklat.

"Kami hanya akan memproses usulan yang diusulkan dari kepegawaian atau BPSDM dan ditandatangani oleh pejabat Pratamanya," ujar Rita.
Terkait syarat kedua, Rita mengatakan hal itu berdasarkan data bahwa sejak 2006 hingga 2018, hanya 18,51 persen alumni diklat yang diangkat sebagai pejabat fungsional perencana.

"Lebih dari 5.300 ASN yang sudah ikut Diklat perencanaan, tapi kurang dari 2.000 yang diangkat sebagai pejabat fungsional perencana. Yang 3.000 kemana?" ucap Rita.

Adapun, kegiatan bertema 'Mengoptimalkan Kinerja Pemerintah untuk Mencapai Sasaran Pembangunan Melalui Pengembangan SDM ASN Pembangunan' ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengembangan Program Teknis dan Sosial Kultural LAN Muzani, Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman, dan peserta dari Bappeda, BKD, BPSDM serta biro/organisasi se-Jawa Barat. (hms/red).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.