Sosialisasikan 4 Pilar, Haerudin : Santri Wajib Pahami Alur Sejarah Islam di Indonesia

GARUT, Faktabandungraya.com,--- Sejarah mencatat, perjuangan dan perjalanan panjang masuknya Agama Islam di Indoneisa dimulai sejak Abad ke 7 sampai 13 Masehi. Yang kala itu dibawa oleh para pedagang dari Arab, Gujarat, dan Persia makin intensif menyebarkan Islam di daerah yang mereka kunjung terutama di daerah pusat perdagangan.

Seiring dengan perjalan waktu, agama Silam di Indonesia terus berkembang, bahkan kini Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk penganut Islam terbesar di seluruh negara di dunia. Pertumbuhan dan perkembangan orang Islam yang ada di Indonesia bukannya ada begitu saja, tetapi menempuh sejarah yang panjang

Islam punya riwayat tersendiri ketika hadir di Indonesia, sejarah masuknya Islam ke Indonesia tersebut melalui periodisasi atau pembabakan-pembabakan yang cukup menarik untuk dipelajari dan diketahui.

Hal tersebut diungkapkan anggota MPR RI, Haerudin, S.Ag., MH saat menjadi narasumber acara sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang digagas PC Pemuda PERSIS Kec Cibatu di Masjid Aisyah Pesantren Persatuan Islam (Persis) 81 Cikarag-Cibatu Kab Garut, Selasa (27/8/2019).

Dikatakan, para pedagang Indonesia yang sudah masuk Islam dan para Mubaligh Indonesia juga ikut berperan dalam penyebaran Islam di berbagai wilayah Indonesia. Akibatnya, pengaruh Islam di Indonesia makin bertambah luas di kalangan masyarakat terutama di daerah pantai.

Dalam kesempatan tersebut, legislator dari Fraksi PAN ini menegaskan umat Islam khususnya kaum santri wajib memahami alur sejarah Islam di Indonesia. Hal itu guna mengambil hikmah dan memandang betapa urgensinya perkembangan sejarah Islam di Indonesia.

"Dengan demikian, menjaga agama atau menjaga keyakinan dalam hal ini Ideologi, harus ditunjang dengan Ilmu pengetahuan termasuk tidak mengesampingkan sejarah," paparnya dihadapan sekira seratus peserta yang hadir.
Sebab menurutnya, para founding father bangsa mengambil nilai dan ajaran Pancasila dengan pendekatan nilai agama karenanya substansi nilai Pancasila menyerap banyak kandungan dari Al-Quran dan Hadits.

"Ulama dan santri terdahulu telah menorehkan sejarah yang sangat krusial dalam memberi pengaruh penting dalam menyatukan umat Islam dan elemen bangsa lainya, termasuk di Indonesia. Hingga kini, ulama tidak terlepas dari perannya dalam memberi pencerahan dan menyadarkan umat untuk tetap bersatu dalam mewujudkan Indonesia yang tentunya tidak lepas dari nilai-nilai Islam," tegas anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan Jabar XI meliputi Kab Garut, Kota dan Kabupaten Tasik ini.

Acara yang dihadiri segenap pengurus Pimpinan Cabang Persis Kec Cibatu beserta Persistri, Pemuda dan Pemudi Persis juga melibatkan jamaah serta santriwan dan santriwati Pesantren Persis 81.

Sosialisasi 4 pilar yang mengandung Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika ini dipaparkan secara lugas dan jelas.

Menanggapi hal itu, Ketua PC PERSIS Cibatu, Ust Uloh menuturkan tidak sedikit pemahaman sejarah yang dikuasai kaum muslim Indonesia, padahal sejatinya hal itu menjadi referensi kuat bagaimana nilai-nilai Islam masuk dalam sendi-sendi kebangsaan. (**/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.