Armada MTU dan Pelatih Profesional Siap Hadir Ditengah Masyarakat Pedesaan

 CIKADU- CIANJUR, Faktabandungraya.com,--- Pemerintah Provinsi Jawa Barat dibawah kepemimpinan Ridwan Kamil –Uu Ruzhanul Ulum terus berinovasi dan berkolaborasi dalam membangun Jabar demi terwujudnya Jabar Juara Lahir Batin.

Dari sembilan skala prioritas pembangunan Jabar 2018-2023, sektor ketenagakerjaan menjadi salah satu sektor priortitas. Untuk itu, Pemprov Jabar melalui Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Jabar telah meluncurkan program stategis yaitu Smart Nakertrans, Migran Juara, dan Milenial Juara.

Dalam program Smart Nakertrans ada program pelatihan kerja mandiri (PKM) melalui mobile training unit (MTU). MTU bisa mendukung terwujudnya program One Village One Company (OVOC), One Pesantren One Product (OPOP), serta program unggulan lain yang disesuaikan dengan potensi desa masing-masing.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan , melalui Mobile Training Unit (MTU) yang dimiliki Disnakertrans Jabar sengaja disediakan untuk memberikan pelatihan kerja mandiri bagi masyarakat pedesaan. Armada MTU siap hadir ditengah masyarakat desa bersama dengan para pelatih/ pendidik profesional.

“Kehadirian Armada MTU di tengah masyarakat desa sebagi wujud hadirnya pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu mendatangi tempat-tempat pelatihan, tapi negara yang hadir ditengah masyarakat memberi pelatihan”, kata Wagub Uu saat menutup pelatihan kerja mandiri (PKM) angkatan ke IX melalui program MTU bidang kuliner dan las listrik dasar di Gedung Guru Winata Mekar, Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jumat (20/9/2019).


Program Smart Nakertrans yang didalamnya ada program MTU akan lebih fokus pada sektor Pertanian, pariwisata dan Kewiraswastaan/ kewirausahaan. Bahkan melalui pelatihan baik dalam tataran Hard Skill maupun Soft Skill, mampu menambah kualitas dan daya saing para pesertanya sehingga nantinya dapat memiliki kesempatan kerja dan kesempatan berusaha," kata Uu.

Harapannya, para angkatan kerja yang telah mendapat pelatihan mampu mengembangkan usahanya secara mandiri sehingga tingkat pengangguran dapat menurun, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan.

"Ini sebagai solusi meningkatkan keahlian, bisa bekerja di berbagai bidang. Harapannya, pemuda yang sudah dilatih bisa bekerja secara mandiri atau bekerja di industri," tambah Uu.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Apriandi, sementara itu mengatakan MTU bisa mendukung terwujudnya program One Village One Company (OVOC), One Pesantren One Product (OPOP), serta program unggulan lain sesuai visi Jabar Juara Lahir dan Batin.

Hal itu, tambah Ade, karena kemampuan sumber tenaga kerja yang ada untuk mengolah potensi desa bisa dilatih melalui MTU.

"Cikadu adalah salah satu desa yang pionir untuk menjadi Desa Juara. Desa ini juga awalnya tertinggal, kini sudah ada perubahan di antaranya jalan, listrik, air masih jadi masalah. Program utama Disnakertrans yaitu Smart Nakertrans, dengan MTU ini," ucap Ade.

"Upayanya, bagaimana masyarakat desa bisa sejahtera tanpa harus ke kota. Pemerintah Provinsi Jawa Barat hadir di desa, bersama-sama membangun desa, mengembangkan SDM menjadi tenaga kerja," tutupnya.

Silaturahmi Antara Wagub dan Warga Cikadu

Selain menutup MTU Angkatan IX di Cikadu, Uu juga menyempatkan diri bertemu masyarakat di Masjid Al Muhajirin menjelang shalat Jum’at.Usai shalat Jum’at, wagub Uu dan rombongan makan siang bersama puluhan warga sekitar.

Menurutnya, silaturahmi adalah caranya membuka komunikasi dengan masyarakat.

"Kunci komunikasi adalah silaturahim. Karena dengan silaturahim menguatkan hubungan emosional," tutur Uu.

Uu juga mengatakan bahwa persatuan dan kerukunan perlu dirajut dalam ukuwah islamiyah (ikatan seagama), wathoniyah (sebangsa), maupun insaniyah (sesama umat manusia).

"Dengan persatuan dan kerukunan, akan tercipta kondusifitas. Dalam iklim yang kondusif, program-program yang dicanangkan pemerintah bisa berjalan sesuai harapan," tandasnya. (hms/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.