Citepus Dapat Kiriman Sampah Dari Kota Bandung, Ini Reaksi Dansektor 21

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Warga dan satgas citarum sektor 21 subsektor 6 dikagetkan dengan tumpukan sampah sepanjang sekitar 200 meter melintasi aliran sungai Citepus yang sedang dilakukan normalisasi pengerukan sedimentasi saat hujan kemarin. Alhasil tumpukan sampah yang melintas tertahan di ujung sungai Citepus wilayah Subsektor 21-6 sebelum bermuara ke sungai Citarum.

Peristiwa ini membuat Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat meninjau langsung lokasi penumpukan sampah di sungai Citepus, Sabtu (7/9/19). Nampak raut kecewa dan menyesalkan adanya tumpukan sampah tersebut, Dansektor 21 langsung berkoordinasi dengan pihak terkait dan memerintahkan jajarannya untuk segera membereskan atau mengangkat tumpukan sampah tersebut menggunakan alat berat.

"Kita lihat hari ini sungai citepus kurang lebih 200 meter kedalaman 3 meter dipenuhi sampah lagi, kemarin saya dapat kiriman (video) dari masyarakat dan anggota (satgas) pada saat hujan pintu air di perbatasan kota bandung dan kabupaten bandung tepatnya pintu air ranjeng desa Cibiuk, kurang lebih dari lokasi ini sekitar 2 kilometer dibuka saat hujan, membawa sampah sampah yang dari kota bandung. Mulai dari (stereofoam) helm hingga bangkai hewan semuanya menumpuk disini," jelasnya.

"Inilah kondisi (masyarakat) kita yang belum seratus persen paham tentang arti kebersihan lingkungan, jadi masih perlu kita kerja keras, kita sudah berjalan satu tahun setengah (program) citarum ini tapi masyarakat dengan melihat (kondisi) seperti ini, terutama (masyarakat) hulu sungai citepus dari kota bandung masih banyak yang membuang sampah di sungai hulu citepus ini," sesalnya.

Dengan adanya peristiwa ini, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat segera bertindak cepat dengan melakukan koordinasi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung akan mengangkat tumpukan sampah tersebut.

"Tindakan kita, saya sudah menghubungi kepala dinas lingkungan hidup kabupaten bandung, besok kita akan kerahkan alat berat kesini. Saya sudah minta kurang lebih 20 truk untuk mengangkut tumpukan sampah ini," ujarnya.

"Tapi sampai kapan kita begini terus?, kalo masyarakat tidak sadar sadar akan berulang begini terus. Mudah mudahan setelah (viral) ini kita himbau kepada warga kota bandung dan kabupaten bandung, apalagi warga kota bandung lebih (merasa) berpendidikan. Karena disana banyak universitas dan sekolah favorit dambaan masyarakat bandung raya. Tapi kalo perilaku (lingkungan) masih seperti ini kita menyayangkan, bukan saya membicarakan sekolah dan universitasnya, tapi hanya menyampaikan tingkat pendidikan masyarakatnya lebih maju," sindir Dansektor 21.

Dirinya yakin bahwa memang sampah ini dari Kota Bandung, karena aliran sungai Citepus di wilayah subsektor 21-6 sepanjang 2-3 Kilometer selalu diawasi satgas. "Memang mungkin bukan orang yang berpendidikan yang membuang sampah seperti ini, mungkin dari (sampah) pasar, pertokoan. Tapi saya menghimbau kepada warga kota bandung, mari kita bergerak semua (baik) yang memiliki pendidikan tinggi, yang mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih baik, berikan pelajaran pelajaran di masyarakat disana untuk tidak membuang sampah (sembarangan) di (sungai) kota bandung," harapnya.

Sementara, menurut Pak Toni warga penjaga pintu air Citepus kampung Leuwimelang menjelaskan bahwa tumpukan sampah memang dari arah kota Bandung. Terdapat 3 pintu air dari Kota Bandung hingga Kabupaten Bandung, mulai dari Muara, Cibintinu-Karasak, dan Leuwimelang.

"Sebelum pintu air dibuka belum ada sampah, setelah hujan dibuka baru ada sampah (melintas) dari kota bandung, kalo gak percaya banyak saksi saksi (warga) yang liat," ucapnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.