Kolasme 2019, Eksibisi Kolaborasi Sub-sektor Ekonomi Kreatif Kota Bandung

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Bertepatan dengan hari Pariwisata Dunia, Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Kolasme (Kolase Turisme) 2019 di Gedung Majestic, Jalan Braga No.1, Bandung, Jumat malam (27/9/19). Kolasme atau Kolase Turisme adalah suatu bentuk eksibisi baru, selain selebrasi dalam merayakan Hari Pariwisata Dunia yang jatuh setiap tanggal 27 September, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini upaya dalam mempromosikan Kreatif Turisme Kota Bandung kepada masyarakat lokal, nasional, dan internasional.

Disampaikan Tris Avianti selaku Kabid Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Bandung, bahwa hari Pariwisata Dunia yang berdekatan dengan HUT Kota Bandung yang jatuh setiap tanggal 25 September. Dijadikan peluang untuk mengkampanyekan Kota Bandung sebagai Kota yang memiliki daya pikat pariwisata yang layak diperkenalkan kepada dunia. Selain itu, kampanye 17 Sustainable Development Goals (SDG’s) yang menjadi agenda utama UN (United Nations) dirasakan sangat bermanfaat bila juga dikampanyekan kepada masyarakat Kota Bandung.

"Ada 126.184 pelaku industri kreatif, ini kan luar biasa sekali, potensi yang dimiliki kota bandung. Bagaimana nantinya dari 16 subsektor (ekraf) kita kolaborasikan," ujar Tris Avianti.

"Jadi kalo bicara aktivasi satu subsektor, kita gak bisa hanya bicara satu subsektor saja, tapi akan menyentuh semua subsektor," tambahnya.

Dari 16 Sub-sektor Ekonomi Kreatif yang dimiliki Kota Bandung, kata Tris, terdapat 6 (enam) sub-sektor ekonomi kreatif yang berperan dalam Kolasme, antara lain sub-sektor Animasi dan Games Developer; Fotografi; Film, Animasi dan Video; Penerbitan; Periklanan; Televisi dan Radio. Pada tahun ini, Kolasme menitikberatkan sub-sektor Film sebagai motor penggerak sub-sektor yang lain.

Pemutaran film dan video dari berbagai kegiatan kreatif yang telah terselenggara di Kota Bandung sepanjang tahun 2019 dan telah terdokumentasikan dan diolah kembali menjadi festival film atau video pendek Kolasme 2019.

"Harapannya kedepan ini kan sustainable (berkelanjutan) jadi kegiatan itu tidak stop (berhenti) sekarang tahun depannya gak ada lagi, karena memang akan mengembangkan seluruh sub-sektor yang ada," ungkapnya.

Meskipun banyak anggapan kota Bandung sudah menjadi kota yang keren dan kreatif, "tapi kita tidak boleh cukup puas, kita gak bisa berdiam diri. Kota kota di sekeliling kita sudah mulai lebih aktif menyusul. Jadi kita memang harus tetap meningkatkan lagi," harapnya.

Kolasme 2019 mengajak seluruh pelaku kreatif untuk mengetahui dan mengenali pariwisata sebagai bagian dari masyarakat kreatif turisme. Di sisi lain, industri pariwisata Kota Bandung juga perlu menemukan kembali kemampuan masyarakat kreatif Kota Bandung sebagai daya tarik yang menarik dan unik bila dikemas menjadi paket wisata yang harus selalu diperkenalkan kepada wisatawan yang datang ke Bandung. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.