Satgas Subsektor 21-17 Awasi Limbah Industri, PT Kahatex Solokanjeruk Tambah Tangki Clarifier

SOLOKANJERUK, faktabandungraya.com,--- Pengawasan industri penghasil limbah cair yang berada di kawasan Kaha Grup terus dilakukan Satgas Sektor 21 subsektor 17 Solokanjeruk. Hal ini sebagai upaya satgas citarum terhadap semua industri penghasil limbah cair untuk meningkatkan kualitas pengolahan limbah supaya limbah yang dikeluarkan aman bagi lingkungan. Selain harus sesuai baku mutu, juga menerapkan parameter ikan koi yang hidup di efluent terakhir pengolahan.

Salah satunya PT Kahatex yang ada di kawasan Kaha Grup Solokanjeruk, pabrik ini hanya menghasilkan limbah dari washing (pencucian) produksi sweater dan kaos kaki, tidak ada pencelupan dan pengkanjian. Namun sebelum dilakukan pengolahan, air limbah hasil pencucian (washing) digunakan sebagai scrubber boiler.

Satgas sektor 21 melalui Dansubsektor 21-17 Solokanjeruk Serma Agus Sumarna mengatakan bahwa sesuai perintah Dansektor 21, jajaran satgas citarum subsektor 21-17 Solokanjeruk dalam mengemban tugas mengembalikan ekosistem sungai akan terus melakukan kegiatan rutin baik harian dan berkala.

"Hasil pengecekan tadi, mulai dari pengolahan awal dan akhir (pengamatan visual) sesuai dengan perintah dansektor 21 bahwa pabrik (penghasil limbah cair) harus ada outlet (kolam) ikan. Alhamdulillah tadi hasil olahannya bening dan sudah tersedia ekosistem ikan koi hidup di kolam (outlet) sebelum limbah dibuang keluar," ujar Serma Agus Sumarna.

Dirinya juga mengatakan bahwa sejauh ini 80 persen industri yang ada di kawasan Kaha Grup melakukan peningkatan pengolahan limbah. "Rata rata pabrik yang ada di kawasan ini melakukan peningkatan pengolahan limbah cairnya," tambah Serma Agus.

Sementara, Untung Haryanto selaku HRD PT Kahatex Solokanjeruk mengungkapkan bahwa sejak tahun 2006, IPAL yang dimiliki sudah standar (metode biologi dan sedimentasi fisika) dan akan terus melakukan peningkatan pengolahan.

"Untuk peningkatan hasil pengolahan limbah, kami saat ini sedang menambah tangki kualifier dimana proses ini akan memakan waktu satu bulan kedepan," ujar Untung.

Dirinya juga mengatakan bahwa untuk mengikuti apa yang diterapkan oleh satgas sektor 21, sejak 3 bulan lalu perusahaan telah membuat kolam indikator ikan koi yang baru.

"Kolam ikan itu memang sudah ada di bak efluent (didalam IPAL), tapi karena kita ingin menjadikan indikator, kita bikin bak yang baru didepan dekat selokan. Tentunya lebih maksimal dan dan kita lebih melihat untuk indikator ikan koi itu hidup di bak tersebut.

Untung juga menjelaskan bahwa sesuai ijin yang dikeluarkan, kapasitas pengolahan limbah di PT Kahatex Solokoanjeruk relatif kecil yakni 58 M³/hari. Karena limbah yang dihasilkan hanya dari produksi washing, tanpa pencelupan. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.