Samakan Persepsi Ketenagakerjaan, Disnakertrans Jabar Gelar Kadis Meeting di Garut

GARUT, Faktabandungraya.com,--- Untuk mensuskseskan visi : Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi, khususnya bidang ketenaga kerjaan dan transmigrasi, sebagaimana tertuang pada misi 2 yaitu Melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif. Maka Disnakertrans Jabar telah menetapkan 3 program prioritas utama yaitu Smart Nakertrans, Migran Juara dan Milenial Jaura, yang outputnya menurunkan tingkat pengangguran di Jabar.

Ketiga program prioritas utama tersebut, tentunya tidak akan mencapai hasil yang maksimal kalau tanpa dukungan dari pemerintah kab/kota atau stakeholder terkait. Untuk, Disnakertrans Jabar menggelar Kadis Meeting yang melibatkan seluruh Kadisnakertrans Kab/kota se Jabar termasuk juga Tim Akselerasi Jabar Juara (TAJJ) Ketenagakerjaan Hemasari Dharmabumi.

Menurut Kadisnakertrans Jabar M. Ada Afriandi, Kadis Meeting ini digelar untuk mengintergasikan program, menyamakan persepsi dan mensinergikan program kerja, serta mencarikan solusi dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di daerah.

Dalam cara Kadis Meeting, yang digagas Disnakertrans Jabar terungkap empat (4) persoalan besar yang dihadapi Disnaker Kab/kota se Jabar yaitu, 1. Minimnya dukungan anggaran untuk melakukan pelatihan bagi calon tenaga kerja. 2. Cukup kurangnya sarana-prasana pelatihan. 3. Terbatasnya akses informasi lowongan kerja dan 4. Belum ada basis data kenegakerjaan.

“Keempat permasalah tersebut, disampaikan oleh seluruh Kadisnaker Kab/kota se-Jabar dalam acara Kadis Meeting”, kata Ade Afriandi kepada wartawan usai memimpin raker di Saung Budaya Ciburisl Kab Garut, Jum’(4/10-2019) malam.

Dalam raker Kadis Meeting tersebut, kita juga sampaikan kepada para kadis kabupaten/kota, tentang tiga (3) program prioritas utama Disnakertrans Jabar yaitu Smart Nakertrans, Migran Juara dan Milenial Jaura dengan harapan hubungan kerjasama dan sinergitas program antara Disnakertrans Jabar dengan kabupaten / kota semakin meningkat.

Lebih lanjut Ade mengatakan, berdasarkan analisa problem ternyata ada 8 hal yang sering terjadi permasalahan pada saat proses rekrutman ketenagakerjaan yaitu 1. Dikenakan biaya berlebihan; 2. Jerat hutang; 3. Pemalsuan Dokumen; 4. Penipuan Informasi; 5.Eksploitasi dan Kekerasan pada proses menunggu; 6. Lemahnya Program Orientasi; 7. Rekruitmen paksa; 8. Perjalanan Berbahaya.

Permasalahan yang terjadi pada proses rekrutmen  tentunya berdampak negatif bagi  calon pekerja migran Jabar, jadi cukup wajar sering terjadi kasus ketenagakerjaan baik dalam Negeri maupun luar negeri. Hal ini karena mereka (para tenagakerja-red) diberangkatkan tidak melalui jalur resmi alias ilegal, sehingga Pemerintah / Disnakertrans sangat kesulitan bila terjadi kasus ketenagakerjaan. Seperti yang dialami oleh TKW Aminah dan Etik, ujarnya. 

Kegiatan Kadis Meeting ini, merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi dan mensinergikan program kerja antara Disnakertrans Jabar dengan Disnaker Kab/kota se-Jabar.  Kedepan kita akan bahas bersama  untuk menyusun langkah-langkah kebijakan dalam mencari dan menentukan solusi terbaik dalam penanganan ketenagakerjaan di Jabar, tandasnya. (husein).
    

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.