Upaya Tanggulangi Sampah, Dansektor 21 Galakan Bank Sampah Di 3 Kabupaten Kota

PADALARANG, faktabandungraya.com,--- Dansektor 21 akan menggalakan Bank Sampah di 18 Subsektor yang terdapat di 3 wilayah Kabupaten Kota (Kota Cimahi, Kabupaten Bandung). Hal itu diungkapkannya seusai kegiatan Lokakarya 2 Tahun Program Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang digelar selama 2 hari (9-10 Oktober) di Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, KBB, Kamis (10/10/19).

Inisiatif ini, katanya, sebagai upaya menanggulangi permasalahan sampah yang terjadi di wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat). Sejauh ini, lanjutnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, KBB hanya mampu menampung kapasitas sampah sebanyak 2 ribu ton perhari. Sementara sampah yang dihasilkan dari wilayah Bandung Raya sekitar 6 ribu ton. Jadi ada kelebihan 4 ribu ton sampah kemana?, ada yang diolah tapi skala itu kecil, baik yang organik dan anorganik.


"Untuk membuat Bandung raya sampahnya terkelola secara maksimal, kita berharap sejak di lingkungan rumah sampah sudah dikelola melalui pemilahan organik dan anorganik nya," katanya.


Untuk sampah yang organik, kata Kolonel Yusep, bisa diberikan atau digunakan untuk kompos dan lainnya. Sementara untuk sampah yang anorganik ada nilai ekonomis nya. "Nah untuk yang anorganik, bisa dimanfaatkan untuk dijual. (Mungkin) Masyarakat di bandung raya ini kan gengsi untuk menjual sampah itu setiap hari, gak mungkin setiap hari menjual sampah 2 atau 3 kilo sampah," paparnya.

"Sehingga kami berharap di setiap Rw membuat bank sampah, mungkin di sebagian wilayah sudah ada bank sampah, tapi sangat kecil jumlahnya dibandingkan dari jumlah dan luasnya wilayah yang ada di Bandung raya ini," imbuhnya.

Untuk membantu menanggulangi hal tersebut, "Saya berinisiatif, saya punya 18 subsektor dalam satu bulan ini saya perintahkan untuk membuat percontohan bank sampah di tiap tiap subsektor. Kalo bank sampah yang ada di subsektor sudah berjalan, saya akan panggil para ketua rw yang ada di subsektor untuk mencontoh. Karena kalo tidak dicontohkan dulu susah. Kita hanya perintah, kasih tau dan hanya menghimbau dan seterusnya gak akan jalan jalan. Kita kasih contoh dulu, kalo udah ada uangnya kalo udah berhasil itu lumayan sebetulnya," ungkap Dansektor 21.

Untuk wilayah subsektor yang sudah ada bank sampahnya kita gandeng, lanjut Dansektor 21, bisa dijadikan contoh di wilayah tersebut. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.