Dansektor 21 Paparkan Penanganan Sampah di Rakor Pembangunan Sanitasi dan Persampahan Kawasan Citarum

BANDUNG, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat ajukan beberapa kondisi di lapangan penanganan sampah dan sanitasi warga di wilayah DAS Citarum. Hal itu diungkapkannya saat mengikuti rapat koordinasi pendampingan pembangunan sanitasi berbasis masyarakat pembangunan program air limbah dan persampahan kawasan citarum harum TA 2019, yang digelar oleh Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR di The Papandayan Hotel, Bandung, Senin (25/11/19).

Dalam kesempatan itu, Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan bahwa TPS 3R sangat diperlukan masyarakat, pasalnya jumlah sampah bandung raya tidak sebanding dengan kapasitas TPA Sarimukti, "tpa sarimukti hanya mampu menampung 2 ribu ton perhari, sementara jumlah sampah bandung raya mencapai 6 ribu ton perhari. Artinya 4 ribu ton ini perlu dikelola, kalo tps 3r ada di tiap desa akan mengurangi (sampah), tinggal residunya saja yang dibuang ke sarimukti," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, untuk penanganan sampah di wilayah Kabupaten Bandung saja, dengan armada sampah dan anggaran yang terbatas belum maksimal dalam penanganannya, "truk (sampah) nya hanya muter muter di soreang dan sekitarnya, ke nagreg wallahualam, ke rancaekek engke wae, ya seperti itulah kondisi di lapangan," ungkapnya.

"Akhirnya masyarakat sudah banyak yang tidak buang ke sungai, di tiap galeungan, tiap tegalan, tiap trotoar dipiceun kadinya, pagi pagi satu (wadah) kresek, sorenya sudah menumpuk," imbuhnya.

Sehingga, lanjut Dansektor 21, dirinya berharap keberadaan TPS 3R yang sudah ada bisa dilaksanakan dan digunakan dengan baik dan sesuai sasaran. "Cuma ironi juga, ada bangunan tps 3r dari tahun 2016 atau 2017 di jelekong, dugi ka ayeuna teu diserahterimakeun, hanya jadi tugu, motor sampah masih dibungkus. Saya berharap begitu selesai segera serahterimakan," harapnya.

Dirinya juga menjelaskan progres pembangunan TPS 3R yang ada di Satgas Sektor 21. "Untuk di tahun 2019, 3 unit di sumedang, 1 di cimahi, setiap hari kita datangi dan awasi pengerjaannya. Cuma, keterlibatan kami di pembangunan kami hanya sekedar melihat, karena tidak masuk ke organisasi pembangunan, jadi saya tidak bisa menegur yang penting iya ada pembangunan yang dilaksanakan, karena tidak masuk dalam pengawasan disitu saya, termasuk anggota saya di lapangan," ujarnya.

Sementara, untuk pembangunan Septick Tank Komunal, Satgas Sektor 21 terdapat kurang lebih 20 unit yang tersebar di beberapa Subsektor yang ada di wilayah Cimahi, sebagian wilayah Kabupaten Bandung, dan Sumedang.


Di tempat yang sama, Indra Gunawan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Pemukiman Wilayah II Jawa Barat, Indra Gunawan menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini sebetulnya untuk mengevaluasi kegiatan yang sudah berjalan tahun sebelumnya, kemudian mengantisipasi pelaksanaan kegiatan tahun ini agar berjalan sesuai dengan target waktu yang ditentukan bersama. Kemudian, agar semua stakeholder yang terkait paham tugasnya. "Apa yang harus dilaksanakan, apa yang harus disiapkan agar semua berjalan dengan baik, intinya seperti itu," tuturnya.

"Kita evaluasi, kita koordinasi, dan kita juga disini akan membuat skenario penanganan kegiatan ini, percepatan kegiatannya seperti apa," imbuhnya.

Sejauh ini, untuk progres pengerjaan pembangunan, "progres sih ini yang paling tinggi sudah mencapai 53 persen, ada juga yang baru 10 persen karena terkendala hanya koordinasi dengan wilayah setempat dan ini akan dilakukan percepatannya seperti apa, salahsatu kendala yang paling banyak soal lahan," ungkapnya.

Menjawab pernyataan Dansektor 21, dirinya berharap meskipun satgas citarum tidak masuk dalam organisasi kerja, satgas bisa menegur dan mengawasi kerja di lapangan. "Karena satgas atau dansektor merupakan pembina di lapangan," tuturnya.  (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.