Tingkatkan Kesadaran Lingkungan, Satgas Sektor 21 Sosialisasi Citarum di Banjaran Wetan

BANJARAN, faktabandungraya.com,--- Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat berharap melalui sosialisasi yang digelar secara rutin oleh Satgas Citarum kepada masyarakat DAS Citarum dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dari potensi pencemaran, serta bagi warga yang sudah tersosialisasi dapat menularkan informasi kepada warga lainnya, tentang pentingnya menjaga lingkungan khususnya sungai dari berbagai pencemaran limbah domestik (sampah rumah tangga) dan pencemaran industri, serta pencemaran lainnya.

Hal itu diungkapkan Kolonel Yusep saat Satgas Sektor 21 menggelar sosialisasi Program Citarum Harum di kampung Pengkolan, desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (31/10/19).

"Tadi Alhamdulillah ada sekitar 120 orang mungkin lebih yang hadir para-para ketua RT RW yang ada di desa ini, mudah-mudahan (yang hadir) ini sebagai kader kader dalam menjaga lingkungan, untuk menindaklanjuti terus program Citarum harum ini karena marwahnya Perpres Nomor 15 tahun 2018 adalah dengan berkelanjutannya kegiatan," tutur Dansektor 21.

Dirinya beserta jajaran anggota satgas dibawahnya akan terus melakukan upaya demi keberhasilan dan tugas TNI sesuai amanah Perpres No 15 Tahun 2018.


"Kita sudah bosan mendengar cibiran dari masyarakat, ada program hanya dibuka (awal) saja tidak ada berkelanjutan. Kita berharap citarum harum ini (target) selama 7 tahun, sekarang sudah masuk tahun kedua, tidak seperti itu. Kita akan terus berjalan setiap hari selalu ada progress setiap hari tambah baik," tegasnya.

Dirinya juga menyadari bahwa masih banyak warga yang belum tersentuh oleh sosialisasi yang dilaksanakan oleh satgas. Khususnya sektor 21, kata Yusep, memiliki wilayah yang cukup luas. Mulai dari Kota Cimahi, sebagian wilayah Kabupaten Bandung, dan Sumedang.

"Pelaksanaan sosialisasi ini masih banyak yang belum tersentuh, sampai hari ini kurang lebih kalau kita hitung jumlah masyarakat yang tersentuh oleh sosialisasi yang tercatat di sektor 21 kurang lebih 150 sampai 60 ribu orang, padahal warga (sektor 21) bisa 8 sampai 10 juta, jadi masih jauh," ungkapnya.

"Tapi walaupun demikian, ya kita tetap terus. Mudah-mudahan 150 yang tersentuh tapi bisa menular kepada saudara anak istri, saudara, tetangga, jadi banyak juga," harapnya.

Untuk wilayah di desa Banjaran Wetan, Dansektor 21 mengapresiasi beberapa RW yang ada di desa ini sudah menerapkan pengolahan sampah secara mandiri dan bernilai ekonomi. Untuk itu, lanjut Kolonel Yusep, sekarang bagaimana agar pemerintah daerah mendorong untuk meningkatkan secara kuantitas. Mulai dari pendanaan dan penyediaan sarana dan prasarana di tiap tiap desa disesuaikan kebutuhan.

"Seperti tadi bersyukur, karena memang ternyata ada beberapa RW yang sudah berbuat ada mengolah sampahnya. Tadi di RW 1 menghasilkan sampai 400 ribu rupiah perbulan itu kan luar biasa. Sekarang tinggal pemerintah daerahnya yang mau turun, tinggal memberikan dorongan, dana mungkin atau sarana prasarana yang ada didorong," jelas Yusep.

"Mudah-mudahan tambah ke depan lingkungan kita menjadi lebih baik," tambahnya.

Bahkan dirinya juga menyarankan agar tiap desa ada satu truk sampah, "di situ dikelola oleh kepala desa, tiap RW-nya dikasih sepeda motor sampah. Kalau itu sudah jalan, (dinas) Lingkungan Hidup Kabupaten nggak perlu repot lagi. Mudah-mudahan dengan seperti itu semua masyarakat sadar, memang ada uangnya gitu (nilai tambah ekonomi)," ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan Sosialisasi Citarum, Sirojul selaku Kasi Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupagen Bandung menyampaikan bahwa setiap tahun pihak DLH juga melakukan sosialisasi, dimulai dari 3 tahun lalu kepada masyarakat untuk mengolah sampah.

"Saya dari tadi sudah lihat ada masyarakat yang sudah melakukan kegiatan untuk mengolah sampah. Mudah mudahan diharapkan dari 100 orang yang ikut sosialisasi seperti yang tadi kata dansektor juga bisa menyalurkan memberi tahu ke yang lainnya," harapnya.

Baginya, untuk merubah mindset masyarakat itu tidak bisa sekali dua kali sosialisasi, "harus sering harus terus menerus dan ini kami juga menyediakan kegiatannya di Pemerintah Kabupaten Bandung kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis dan alhamdulillah kesini makin meningkat," ucapnya.

Tahun kemarin, kata Sirojul, ada 20 desa yang mengajukan, tahun sekarang sampai 50 desa yang mengajukan. selain itu juga, tiap Desa ada juga yang melakukan sosialisasi, tapi memang untuk masalah sampah itu harus terus-terusan dilakukan, "karena setiap hari kita (memproduksi) nyampah juga," pungkasnya.

Selain para pengurus RT dan RW desa Banjaran Wetan, kegiatan sosialisasi Citarum Harum dihadiri juga oleh Kades Banjaran Wetan Apep Cahya Sariman, anggota BPD Desa Banjaran Wetan Dodi, serta jajaran Satgas Sektor 21 Subsektor 7 Pameungpeuk. (Cuy/rls).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.