Yayasan Pendidikan Al Masoem dan Satgas Citarum Sektor 21 Komitmen Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

SUMEDANG - Kehadiran Satgas Citarum diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran lingkungan bagi siswa dan warga di sekitar lingkungan Yayasan Pendidikan Al Masoem, Jatinangor, Sumedang. Hal itu disampaikan Asep Dedi Suhendri selaku Kepala Pesantren Al Masoem saat ditemui usai pelaksanaan Karya Bakti bersama Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 Sumedang di sungai Cibeusi, Cipacing, Jatinangor, Senin (4/11/19).

Selama ini, kata Asep Dedi, Yayasan Pendidikan Al Masoem memiliki program peduli lingkungan, khususnya upaya bebas dari pencemaran sampah, baik yang ada di lingkungan yayasan maupun sampah di aliran sungai yang ada di lingkungan Al Masoem.

Sejak 3 tahun lalu, Yayasan Pendidikan Al Masoem memiliki pengolahan sampah secara mandiri, melalui instalasi pembakar sampah. Alat ini juga diperuntukan bagi sampah warga sekitar lingkungan Al Masoem. Bahkan, secara cuma cuma warga bisa memilah sampah yang bernilai ekonomis di tempat pengolahan sampah sebelum dibakar.

Namun pihaknya mengakui, upaya tersebut belum berjalan maksimal, dengan kehadiran satgas citarum yang selaras dengan program lingkungan yayasan diharapkan mampu memaksimalkan upaya mengedukasi warga yang ada di sekitar lingkungan pendidikan.

"Dengan adanya satgas citarum, alhamdulillah dalam seminggu terakhir ini operasi pembersihan dengan satgas citarum sektor 21 sudah mampu membuat sungai Cibeusi yang ada di lingkungan yayasan menjadi bersih dari sampah," ujarnya.

"Mudah mudahan kedepan bukan hanya membuat sungai cibeusi ini bersih, tapi juga membantu mengedukasi masyarakat supaya tidak membuang sampah ke sungai, dan sungai bisa menjadi etalase bukan tempat pembuangan sampah," harapnya.

Di tempat yang sama, Dansubsektor 21-15 Sumedang Serka Eri K menerangkan bahwa kolaborasi karya bakti di sungai Cibeusi ini atas dasar permintaan dari pihak Yayasan Al Masoem. "Sesuai tugas satgas, kami menyambut baik hal tersebut. Dan kedepan kami akan tetap rutin patroli dan karya bakti di sungai cibeusi, mungkin seminggu sekali atau tiga hari sekali lakukan patroli," ungkapnya.

Menurutnya, pencemaran sampah domestik paling dominan terjadi di aliran Sungai Cibeusi. Selain karena tidak dialiri limbah industri, hulu sungai melewati Kecamatan Jatinangor, wilayah yang banyak usaha jasa dan ritel, seperti Hotel, Mall, Kampus, serta rumah makan dan kuliner.

"Kalo untuk sungai cibeusi pencemarannya lebih ke sampah domestik, pembuangan industri gak ada, hanya ada industri rumahan pabrik tahu," ujarnya.

"Kami akan terus melakukan pembersihan dan sosialisasi di tiap wilayah sungai yang masuk dalam subsektor 15 sumedang. Apalagi musim penghujan seperti ini, dapat dijadikan kesempatan (oknum) warga membuang sampah ke sungai," sambungnya.

Dirinya atasnama satgas citarum subsektor 15 mengapresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Yayasan Pendidikan Al Masoem yang berkomitmen ikut menjaga keberaihan sungai yang ada di lingkungan yayasan.

"Biasanya setiap hari jumat, pihak Al masoem mengajak karya bakti bersama, dan pihak al masoem juga berkomitmen kepada satgas citarum akan memfasilitasi dengan dukungan menyediakan gerobak sampah dan bak sampah," pungkasnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.