Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Merasa Dirugikan, Warga Minta Pertanggungjawaban Pembangunan Jembatan Cikancas, Cirebon


CIREBON - Faktabandungraya.com - Peningkatan Jembatan pada Ruas Jalan Halimpu - Cikancas lokasi di Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang menghabiskan Anggaran sebesar Rp. 667.628.000, yang dikerjakan CV. Nahdatul Putri Mandiri

Yang anehnya hasil penulusuran wartawan dilapangan Papan proyek tidak dipasang namun dibiarkan di rongsokkan kayu di tanah, serta tidak di bangunnya direksikit,

Ketika konfirmasikan hal tersebut pelaksana yang mengaku Agus menuturkan, pekerjaan tersebut memang ada masalah sedikit dengan pemilik tanah yang terkena lintasan kobecco, dari pihak kami juga sudah memberikan konfensasi terhadap pemilik tanah, menyangkut lambatnya pekerjaan dirinya mengaku, bahwa material yakni pemesanan rubburr join kita pesan dari surabaya sehingga makan waktu lama, tuturnya, Senin, (23/12/19)

Ditempat terpisah pemilik tanah hak milik, Dedi Ahmadi (41) atau nenek Erok didampingi Ahmad Azhari (49) warga Desa Cikancas Blok Kongsi Rt. 01/01 Kec. Beber

Dedi membenarkan bahwa pohon pohon dan bambu yang ada dilahannya di bayar pihak pelaksana sebesar Rp. 1.5 juta. Namun tanah setelah dilewati alat berat beko rusak dan tidak di perbaiki kembali, sehingga merasa di rugikan yakni, batas tanah miliknya berkurang

“Kami, merasa di rugikan pihak pelaksana pasalnya dampak dari bangunan jembatan tersebut akan menjadi dampak longsor, apalagi sekarang mas, lihat saja tanah saya tergerus air hingga 1.5 meter sepanjang 14 meter”, ujar Dedi

Ditambahkannya, batu balaian (pondasi) penyanggah tanah dikeruk kobecco namun sampai saat ini belum di perbaiki kembali, akibatnya tanah saya tergerus air sehingga longsor, kami meminta kepihak pelaksana agar segera memperbaiki batu balaian tersebut, seperti semula, serta pihak pelaksana harus bertanggungjawab penuh, ungkapnya kesal.

Menurut para pekerja blok sikongsi, diduga keras, pekerjaan pengecoran jembatan yang sebelah kanan menghabiskan semen 50 sak sedangkan yang sebelah kiri yang dikerjakan dari pihak pelaksana dari cirebon diperkirakan menghabiskan semen 25 sak, sehingga perbedaanya sangat jauh, saya khawatir kekuatan jembatan tidak kuat lama tandas beberapa pekerja setempat

Mereka ( peklerja-red) mengatakan, bahwa Besi WF 250 K untuk penguat bantalan jembatan ada 5 batang, namun 1 batangnya di sebelah kiri dari sebelah barat disambung dengan kekuatan last listrik kurang lebih 20 CM, sehingga warga setempat menghawatirkan kekuatan jembatan tersebut.

Selain itu hal yang cukup aneh lagi, menurut pengakuan para pekerja kepada faktabandungraya.com, bahwa batu kali yang digunakan adalah batu bekas jembatan di pecah dan di pasang lagi. (M.Mansur).

Posting Komentar

0 Komentar