Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Pergoki Buang Limbah Kotor Ke Sungai, Satgas Sektor 21 Tutup Lubang Pembuangan PT Adetex

BANDUNG, faktabandungraya.com --- Pergoki buang limbah cair kotor berwarna hitam ke sungai Citalugtug pada waktu malam hari, Satgas Sektor 21 berikan tindakan tegas dengan melokalisir (menutup) lubang pembuangan limbah perusahaan PT Adetex, Jalan Raya Banjaran, Kabupaten Bandung, Kamis (12/12/19).

"Bagi perusahaan yang masih kedapatan buang limbah kotor ke sungai di wilayah sektor 21, maka kami akan lakukan tindakan pengecoran penutupan lubang pembuangan limbahnya," tegas Dansektor 21 Kol Inf Yusep Sudrajat melalui Pasi Ops Sektor 21 Letda Saniyo.

Keputusan penutupan lubang pembuangan limbah PT Kahatex, berdasarkan temuan anggota Satgas Sektor 21 Subsektor 7 Cisangkuy saat melakukan patroli sungai pada hari Rabu malam, sekira pukul 23.05 WIB. Anggota satgas langsung mengambil bukti berupa sampel air limbah langsung dari pipa saluran keluaran dan mengambil dokumen berupa video (visual).

Kemudian hal itu dilaporkan kepada komando atas yakni Dansektor 21, setelah itu diputuskan bahwa hari ini atas instruksi Komandan Sektor 21 anggota sektor 21-07 melakukan penutupan lubang saluran dan dipimpin oleh Pasi Ops Sektor 21 Letda Saniyo.

Sementara mewakili pihak perusahaan, Sutisna menjelaskan kepada media bahwa limbah kotor yang dibuang ke sungai memang benar adanya.

"Saya tadi malam mendapat laporan bahwa ada buangan air berwarna hitam, saya langsung cek ke lapangan, dan waktu itu (malam) kita lakukan action, dan langsung sekitar jam 1 kurang kita lakukan penyetopan," ujarnya.

Sejauh ini, pihak perusahaan belum bisa memastikan faktor penyebab buangan air limbah berwarna hitam tersebut. "Saya lagi identifikasi penyebab masalahnya apa, karena air itu selain dibuang ke sungai, air itu sebagian dipakai untuk produksi," terangnya.

Dan pagi tadi, kata Sutisna, sekira pukul 09.00 Wib, kita sudah mulai proses pengolahan limbah dan hasilnya sudah cukup baik. "Tapi kami belum buang lagi limbahnya, sampai ada pembenahan pembenahan agar stabil," ungkapnya. (Cuy).

Posting Komentar

0 Komentar