Optimalisasi PAD, Komisi III Wacanakan Bentuk Pansus BUMD Jabar

CIREBON, Faktabandungraya.com,--- Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat Sugyanto Nanggolah mengatakan, BUMD milik Provinsi Jawa Barat cukup banyak, namun hanya beberapa saja yang dapat memberikan deviden kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, BUMD yang belum memberikan kontribusi PAD harus dilakukan evaluasi.

Menurut Sugyanto, BUMD yang belum memberikan kontribusi PAD dan bahkan menjadi beban APBD, harus dikaji ulang dan dievaluasi. Salah satu caranya yaitu melalui Pansus BUMD.

Usulan/wacana pembentukan Pansus BUMD itu bertujuan untuk melakukan penyegaran dan mengoptimalkan keberadaan BUMD agar mampu memberikan kontribusi terhadap PAD.

“Kenapa harus dibentuk Pansus karena menurut kami, Pansus yang sangat efektif untuk mengevaluasi semua BUMD kita yang ada di Jawa Barat ini", ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar Sugyanto Nangolah disela-sela peninjauan pabrik Es Saripetejo yang merupakan salah satu BUMD milik pemprov Jabar, kota Cirebon, Rabu (8/1-2020).

Dikatakan, kondisi Pabrik Es Saripetejo milik Pemrpov Jabar di Kota Cirebon ini, sudah tidak layak untuk di operasionalkan, sehingga hasil produksi sudah kurang maksimal. Hal ini karena karena kondisi mesin dan bangunannya sudah cukup tua.

Sugyanto menambahkan, hasil peninjauan Komisi III DPRD Jabar ini, akan kita kaji dan dalami lebih lanjut pada saay rapat kerja berikutnya. Apakah perlu direvitalisasi atau sebaiknya di tutup saja, ujarnya.

Berhubung kondisi yang terjadi saat ini di Pabrik Es Saripetejo sudah tidak memungkinkan lagi dan dikhawatirkan dapat membebani perusahaan. “Komisi tiga akan membuat rekomendasi dengan dua pilihan apakah akan dilanjutkan atau ditutup saja” tegasnya.

Namun, sebelum kita ambil keputusan, apakah di revitaliasi atau ditutup, terntunya langkah Komisi III mengusulkan sebaiknya dibentuk Pansus BUMD. Karena melalui Pansus kita dapat mengetahui dan mendalami semua permalasahan yang terjadi di BUMD Jabar secara efektif untuk mengevaluasi semua BUMD Jabar, tandasnya. (hms/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.