Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Daddy Rohanady : Potensi Besar Bandara BIJB Kertajati Dalam Meningkatkan IPM Jabar

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindara-Pembangunan DPRD Jawa Barat Drs.H.Daddy Rohanady mengatakan, sejak beroperasinya BIJB Kertajati pada bulan Mei 2019 lalu, manajemen BIJB dan Angkasa Pura II belum mempu mengambil moment perjalanan haji dan umrah.

Belum mampunya BIJB meraih moment perjalanan Haji dan Umrah tentunya tidak terlepas dari masih kurangnya sarana-prasara untuk perjalanan haji dan umrah. Padahal, pada tahun 2017 Bandara BIJB disetting sudah dapat memberangkan dan mendaratkan kepulangan Jamaah Haji dan Umrah asal Jawa Barat.

Namun karena kondisi bandara belum memadai masih perlu penambahan sarana-prasaran, akhirnya gagal. Bahkan pada musim Haji 2018 dan 2019 lalu juga gagal dijadikan Bandara untuk memberangkatkan dan memulangkan Jamaah Haji.

“Kini, untuk musim Haji 2020, Bandara BIJB Kertajati kembali direncanakan dan bahwa sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama RI, akan dipergunakan untuk keberangkatan dna kedatang Jamaah Haji asal Jabar. Mudah-mudahan rencana di 2020 ini bisa terealisasi," ujar Daddy Rohanady kepada wartawan saat ditemui diruang kerja Komisi IV DPRD Jabar, Kamis (20/2-2020).

Dikatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak BIJB dan Angkasa Pura II agar bisa dijadikan sabagi bandara pemberangkatan dan kedatangan Jama’ah Haji, diantara panjang landasan/ runway minimal sepanjang 3.000 meter. Hal ini kerana pesawat yang dipergunakan untuk mengangkut para jamaah haji menggunakan pesawat berbadan besar dan lebar yaitu pesawat jenis Boeing 777 dengan jumlah penumpang sekitar 600 orang.

Untuk itu pada tahun 2019 lalu, landasan /runway BIJB telah ditambah panjangnya, dan kini sudah lebih dari 3.000 meter. Sehingga dapat mendaratkan dan menerbangkan pesawat Boeing 777.

Sebagai informasi bahwa BIJB Kertajati dibangun tidak berdiri sendiri, satu paket dengan aero city, luas keseluruhannya 5.000 ha. Bandara setting awalnya seluasnya 1.800 ha, dan aero city setting 3.200 ha.

Beberapa waktu lalu, Komisi IV DPRD Jabat telah meninjau kesiapan dan persiapan Bandara BIJB sebagai bandara untuk pemberangkatan dan kepulangan Jamaah Haji 2020.

Menurut pihak BIJB dan Angkasa Pura II, bahwa jauh sebelum ditetapkan oleh Kemenag Ri untuk pemberangkatan dan kepulangan jamaah Haji, telah dilakukan pembangunan penambahan Runway.

Selain itu, telah dibanahi dan dibangun berbagai sarana-prasara juga harus disiapkan oleh pihak pengelola bendara untuk mendukung kebutuhan para jamaah Haji, seperti menyiapkan rumah sakit/ ruang medis dengan fasilitas medisnya; membenahi ruang tunggu/transit sementara bagi jamaah haji; menambah ruang mushala dan tempat ambil air uduk.

Kedepan, disekitar BIJB harus segera dibangun Rumah Sakit, Hotel dan Mall termasuk juga Asrama Haji.

Sementara itu, terkait potensi besar Bandara BIJB Kertajati dalam meningkatkan IPM Jabar yaitu dapat diraih dari perjalan Haji dan Umroh. Terutama perjalan Umrah yang bisa berjalan sepanjang tahun, sedang Haji hanya sekali dalam setahun, ujarnya.

"Artinya apa, potensi perputaran uang, potensi orang berangkat dari umroh akan jauh lebih besar, ini menambah percepatan perputaran uang di BIJB Kertajati," kata dia.

Jadi, BIJB Kertajati berperan pada meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi, masyarakat Jawa Barat, yang jadi salah satu indikator, indek pembangunan manusia (IPM).

"Kalau laju pertumbuhan ekonominya naik, praktis IPM nya juga akan naik. Karena salah satu unsur indek komposit dari IPM adalah laju pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, seiring dengan bertambahnya panjang runway dan frekuensi pesawat tentunya juga harus ada peningkatan kapasitas PLN dan bahan bakar Avtur, tandasnya. (husein).

Posting Komentar

0 Komentar