Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Dianggap Dapat Tularkan Virus Corona, WHO Imbau Kurangi Transaksi Dengan Uang Kertas

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Merebaknya Virus Corona (Covid-19) secara global dalam kurun waktu yang cukup singkat, membuat organisasi kesehatan dunia WHO mengeluarkan pernyataan bahwa wabah Corona merupakan Pandemi Global. Tidak ingin penyebaran semakin meluas, WHO memberikan banyak himbauan pencegahan penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina, salahsatunya dengan mewaspadai transaksi tunai menggunakan uang kertas.

Bakteri dan virus dapat menempel di uang kertas. WHO imbau masyarakat bertransaksi secara nontunai untuk mencegah penyebaran virus corona.

WHO khawatir penggunaan uang kertas dapat menularkan virus corona. Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan pembayaran nontunai.

Dikutip dari The Telegraph, covid-19 kemungkinan dapat menempel di permukaan uang kertas selama beberapa hari. Belum ada penelitian terkait hal itu.

Namun, Bank of England juga mengakui bahwa uang tunai dapat membawa bakteri atau virus. Karena itu, WHO mengimbau konsumen mencuci tangan setelah menyentuh uang kertas.

Pertengahan bulan lalu, bank sentral Tiongkok menghancurkan uang tunai yang berpotensi terinfeksi virus corona. Uang kertas yang dihancurkan utamanya yang berasal dari daerah berisiko tinggi terinfeksi covid-19 seperti Wuhan, rumah sakit dan pasar.

Semua bank di Tiongkok pun diminta membersihkan uang tunai dengan disinfektan, sinar ultraviolet dan ditempatkan di ruangan yang suhunya tinggi. Lalu, uang tersebut wajib disimpan selama tujuh hingga 14 hari sebelum dilepas ke konsumen.

Dikutip dari CNN Internasional, covid-19 memang tidak bisa menular melalui benda mati. Namun, penderita dapat menularkan virus corona melalui cairan seperti ludah atau keringat ketika memegang benda mati.

Menurut studi di New York pada 2017, pada uang kertas ditemukan DNA hewan peliharan, jejak obat-obatan, bakteri hingga virus. Meski begitu, bukan berarti uang tunai berbahaya bagi kesehatan. (Cuy/dbs)

Posting Komentar

0 Komentar