Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Sajikan Informasi Valid, Pemprov Jabar Dirikan Covid Crisis Center di Gedung Sate

BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Gubernur Jawa Barat M.Ridwan Kamil menghimbau kepada seluruh masyarakat Jabar untuk tidak panik dalam mensikapi masraknya pemberitaan tentang paparan virus Covid-19. Sehingga membingungkan masyarakat, untuk itu, Pemprov Jabar mendirikan Covid Crisis Center di Gedung Sate.

Menurut Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, keberadaan Covid Crisis Center ini, dapat dipergunakan untuk mengkonfirmasi semua yang terkait permasalahan Covid-19 di Jabar. Karena data dan informasi yang dimiliki Covid Crisis Center dijamin valid.

Demikian disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam prescon di Gedung Sate terkait perkembangan dan pendirian Covid Crisis Center, Selasa (03/03-2020).

Covid Crisis Center akan didirikan di seluruh 27 kab/kota se-Jabar yang terkoneksi dengan Covid Crisis Center di Gedungsate. Saat ini baru Kota Depok yang sudah didirikan Covid Crisis Center, ujarnya.

Emil juga minta kepada awak media, hendaknya sebelum menurunkan berita terkait Virus Covid-19 di Jabar, hendaknya mengkonfirmasi ke Covid Crisis Center. Hal ini perlu, demi menjaga kondusifitas masyarakat dengan menyajikan data dan informasi yang valid, pintanya.

Selain telah mendiri Covid Crisis Center, Pemprov Jabar sudah berkoordinasi dengan 52 Rumah Sakit se-Jabar. Dan semua rumah Sakit ( 52 RS) tersebut sudah mempersiapkan semua fasilitas, peralatan termasuk SDMnya ( Dokter dan perawat-red).

Dari ke 52 RS tersebut, kita bagi dalam tiga katagori yaitu RS Ring Satu seperti RS.Hasan Sadikin Bandung; RS. Rutinsulu Bandung. Ada juga RS ring 2 dan ring 3. Sehingga tidak semua pasien yang diduga terpapar Virus Covid-19 langsung di kirim ke RS Ring satu. Bila terlebih dahulu ditangani oleh RS ring 2 atau ring 3, jelas Emil.

Saat ditanya, apakah sudah ada penambahan pasien / warga jabar hayang dinyatakan positif terkena Virus Covid-19 ?... Emil mengatakan, sampai saat ini pemprov Jabar belum ada informasi penambahan pasien positif Corona. Masih tetap 2 sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi, kemarin.

Emil juga mengatakan bahwa di Jabar saat ini ada sebanyak 23 pasein dalam pengawasan (PDP), namun berdasarkan hasil pengawasan tim kesehatan, semua dinyatakan negatif dari suspact virus covid-19.

Lebih lanjut, Emil juga menghimbau kepada warga yang sehat untuk tetap menjaga kesehatan dan makan yang cukup. Untuk itu, warga yang sehat tidak perlu pakai masker sesuai rujukan who, masker hanya untuk orang sakit, orang yang merawat orang sakit, di luar kriteria tadi, WHO tidak menyarankan pakai masker, ujarnya.

“Tidak perlu panik, jangan bolak-balik ke toko atau Apotik untuk membeli masker. Dan juga jangan sampai orang sakit, petugas medis yang membutuhkan masker tidak ada”, tegasnya.

Pemprov Jabar juga telah mengirimkan sebanyak 10 ribu masker ke Kota Depok untuk distribusikan ke rumah sakit dan tempat lain. Serta kita juga sudah menugaskan pihak Kepolisian untuk mengecek ke pabrik, tidak ada penimbunan, dan penipuan produk produk masker. Selain itu, kita juga minta polisi untuk melakukan pengecekan acara yang bersifat keramaian untuk diakses. Apakan punya potensi atau tidak ada masalah.

Sedangkan terkait dampak Ekonomi-Sosial, Emil mengatakan, sampai per hari ini parameter ekonomi masih baik dengan menggunakan konsep waspada tapi rasional, bukan waspada ekosional.

Saat ditanya apakah sudah ada informasi soal pekerja Migran Jabar di luar negeri ?.. sampai perhari ini, kita belum menerima informasi adanya pekerja migran Jabar yang terdampak virus covid. Semua sehat-sehat saja dan tetap bekerja.

Sebelum mengakhirnya presscon, Emil mengatakan masyarakat dapat yang membutuhkan informasi covid-19 dapat menghubungi call center 119 dan/ atau melalui 08112093306 ini untuk semua urusan terkait covid 19 baik kesehatan maupun non kesehatan, tandasnya. (husein).


Posting Komentar

0 Komentar