Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

PMPRI Kembali Gelar Penyemprotan Disinfektan di Sukahaji, Ini Tanggapan Warga

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Bersama melawan Corona Virus Disease (Covid-19), LSM PMPR (Pemuda Mandiri Peduli Rakyat) Indonesia secara berkala menggelar penyemprotan Disinfektan di berbagai wilayah pemukiman di Kota Bandung.

Hari Jumat (10/4/2020), PMPR Indonesia kembali menggelar penyemprotan disinfektan di wilayah 3 RT (7,8,9) RW 03, Kelurahan Sukahaji, Babakan Ciaparay, Kota Bandung.

Alasan penyemprotan Disinfektan yang dilakukan di wilayah Kelurahan Sukahaji, dipilih oleh PMPR Indonesia karena wilayah ini, khususnya 3 RT yang ada di RW 03 merupakan pemukiman padat penduduk. Kegiatan ini tidak memungut biaya sepeser pun kepada warga. Hal itu ditegaskan Aris selaku Humas DPP LSM PMPR Indonesia.

"Jadi warga jangan sungkan dengan kehadiran kami, karena kami tidak memungut biaya apapun kepada warga. Sebelumnya kami juga sudah sampaikan pada saat sosialisasi," ujar pria yang biasa dipanggil Inoz.

Menanggapi kegiatan penyemprotan disinfektan oleh PMPR Indonesia, Yayan Supriyatna selaku Ketua RW 03 mengaku bangga dan bahagia karena wilayahnya mendapatkan penyemprotan disinfektan dengan tidak membebankan biaya kepada masyarakat.

"Kami merasa bangga dan bahagia karena mendapatkan perhatian dari pmpr indonesia yang terlibat dalam menangani (wabah) virus corona ini, dengan tidak membebankan biaya kepada masyarakat. Itu yang kami harapkan," ujarnya, didampingi Ketua RT 09, Jajang.

Sebagai ungkapan rasa terimakasih, dirinya mewakili warga, semoga kegiatan yang dilakukan PMPR Indonesia ini, "dapat dibalas oleh Allah berlipat ganda," ungkapnya.

Dalam kondisi saat ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya bagi warga RW 03. Membantu upaya masyarakat dalam menjaga aspek kesehatan.


Dikatakan Yayan, untuk mengantisipasi dan warga nya dari wabah virus corona ini, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan dan Puskesmas. Dirinya juga telah melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga.

"Jadi kalo ada warga yang baru datang dari luar kota atau luar negeri. Seperti kemarin juga ada yang datang dari arab, dari malaysia dan batam, dari jakarta, otomatis didata oleh rt nya dilaporkan langsung kepada pihak puskesmas atau kelurahan," jelasnya.

"Jadi alhamdulillah sampai saat ini penanganannya ada koordinasi terus dengan puskesmas. Karena pihak puskesmas juga di tiap rw menugaskan satu orang khusus masalah ini terhadap masyarakat," imbuhnya.

Sampai saat ini, kata Yayan, pemudik yang ada di wilayah nya sudah ada kurang lebih 10 orang, baik dari luar kota atau luar negeri. Rata-rata jumlah penduduk di tiap RT terdapat 300 sampai 400 Kepala Keluarga (KK). (cuy).

Posting Komentar

0 Komentar