![]() |
| PT.Pos Indonesia jaliin PKS dengan PT. Rumah Tani Nusantara |
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis
Pos Indonesia dalam menjaga kelancaran rantai pasok pangan sekaligus mendukung
pemberdayaan petani lokal, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Hadir melakukan penandatanganan PKS Dino
Ariyadi, EVP Enterprise Business Pos Indonesia dengan Direktur Utama Rumah Tani
Bahtiar, disaksikan Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris; Ferry Irawan
selaku Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN,
Kemenko Perekonomian; Yuli Sri Wilanti selalu Asdep Pengembangan BUMN Bidang
Infrastruktur dan Logistik. Turut hadir Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT
Pos Indonesia Prasabri Pesti dan Direktur Human Capital PT Pos Indonesia Asih
Kurniasari Komar.
Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia
(Persero), Haris, mengatakan kerja sama ini sejalan dengan mandat Pos Indonesia
sebagai BUMN yang memiliki jaringan logistik terluas di Tanah Air. Menurutnya,
distribusi pangan yang andal dan merata merupakan kunci dalam menjaga
stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
“Pos Indonesia siap mengambil peran
strategis dalam memastikan distribusi komoditas pertanian berjalan lancar,
tepat waktu, dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang saat ini
masih mengalami keterbatasan akses pascabencana,” ujar Haris.
PT Pos Indonesia (Persero), kata dia,
menyampaikan bahwa kolaborasi ini memanfaatkan jaringan logistik nasional Pos
Indonesia untuk mendukung distribusi komoditas pertanian yang dikelola Rumah
Tani Nusantara. Melalui kerja sama ini, Pos Indonesia berkomitmen meningkatkan
keandalan dan efisiensi pengiriman komoditas pertanian, khususnya yang
membutuhkan ketepatan waktu dan jangkauan luas.
“Pos Indonesia memiliki jaringan dan
infrastruktur logistik yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Sinergi ini
diharapkan dapat memberikan solusi distribusi yang efektif bagi komoditas
pertanian sekaligus mendukung penguatan sektor agribusiness,” ujar dia.
PT Rumah Tani Nusantara sendiri merupakan
perusahaan agribusiness yang membangun ekosistem pertanian terintegrasi dengan
fokus pada pemberdayaan petani lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui
penyediaan permodalan, pendampingan teknis, serta pembukaan akses pasar yang
terstruktur bagi hasil pertanian dari berbagai daerah.
Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara
Bahtiar menyatakan bahwa dukungan logistik yang andal menjadi kebutuhan utama
dalam menjaga kualitas dan kelancaran distribusi komoditas pertanian segar.
Oleh karena itu, Pos Indonesia dipilih sebagai mitra strategis dalam
menghubungkan sentra produksi dengan pasar nasional.
“Kerja sama ini memungkinkan hasil
pertanian petani lokal terdistribusi secara lebih luas dan terorganisir, baik
ke pasar induk, buyer institusional, maupun jaringan distribusi modern,” kata
dia.
Dia mengungkapkan, sejak 2 Desember 2025,
Rumah Tani Nusantara telah berkontribusi dalam penyerapan hasil panen petani di
wilayah terdampak bencana, dengan capaian lebih dari 200 ton cabai, 3,2 ton
durian, dan 4 ton kopi, serta penyaluran bantuan beras sebanyak 46 ton kepada
masyarakat terdampak. Sinergi dengan Pos Indonesia diyakini akan memperkuat
capaian tersebut ke depan.
Dalam ruang lingkup kerja sama, Pos
Indonesia akan menyediakan layanan jasa pengiriman komoditas pertanian milik
Rumah Tani Nusantara. Layanan tersebut meliputi pickup kiriman dari gudang atau
titik pengumpulan, pengiriman ke titik distribusi dan pasar tujuan di seluruh
Indonesia, hingga layanan bongkar muat dan pelaporan status pengiriman.
Selain itu, perjanjian ini juga mengatur
jaminan ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku serta aspek komersial,
operasional, dan administratif pengiriman yang disepakati oleh kedua belah
pihak.
Kerja sama ini turut mendukung
pengembangan portofolio layanan business to business (B2B) Pos Indonesia,
khususnya pada segmen agribusiness dan logistik komoditas pertanian yang
memiliki potensi pertumbuhan besar.
Ke depan, kerja sama ini masih memiliki
peluang untuk dikembangkan, antara lain dalam distribusi komoditas pertanian
nasional, pengembangan layanan logistik agribusiness terintegrasi end-to-end,
serta optimalisasi jaringan dan fasilitas logistik Pos Indonesia untuk
mendukung skala distribusi Rumah Tani Nusantara.
Sementara itu, Ferry Irawan selaku Deputi
Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Kemenko Perekonomian
mengatakan, wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh memiliki
kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dengan PDRB gabungan
mencapai 7,82 persen terhadap PDB nasional pada 2024.
Namun, bencana alam yang melanda sejumlah
wilayah tersebut telah berdampak pada produksi dan distribusi pangan, sehingga
membutuhkan penguatan sistem logistik yang cepat dan adaptif.
“Peran BUMN logistik seperti PT Pos
Indonesia menjadi sangat strategis, khususnya dalam mendukung distribusi dan
menjaga keberlangsungan rantai pasok pangan sebagai bagian dari percepatan
pemulihan ekonomi,” kata dia.
Dalam konteks pemulihan ekonomi
pascabencana, pemerintah juga mendorong percepatan pembukaan akses dan
penguatan konektivitas. Namun, belum beroperasinya penyedia logistik swasta di
sejumlah wilayah terdampak menjadikan peran BUMN logistik seperti Pos Indonesia
semakin vital dalam menjaga kelangsungan distribusi pangan.
Selain mendukung distribusi komoditas
pertanian, Pos Indonesia juga dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas dalam
menjalankan kebijakan stimulus pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial
dan dukungan logistik untuk benih serta pupuk ke wilayah terdampak bencana. (*/red).
