Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Yana Mulyana Minta Petugas di Check Point Harus Humanis Tapi Tetap Tegas

Yana Mulyana    ( Foto : humas)
 (Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung)
BANDUNG, Faktabandungraya.com,---- Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, H. Yana Mulyana meminta para petugas di check point atau titik pemeriksaan harus mengedepankan sisi humanis dan edukasi. Namun demikian dalam melakukan pemeriksanaan tetap bertindak tegas selama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu berkaca pada penerapan PSBB di DKI Jakarta.

Menurut Yana Mulyana yang juga Wakil Wali Kota Bandung ini, banyak pelajaran yang bisa diambil, di antaranya meningkatkan ketegasan dalam penegakan kedisiplinan.

“Saya minta, kalau ada warga yang mau masuk ke Kota Bandung tanpa masker atau sarung tangan untuk pengendara kita tolak. Soalnya dia belum sadar, masker bukan untuk dia sendiri tapi buat orang lain. Karena menghindari dia tertular atau bahkan menulari orang lain,” ucap Yana saat rapat gelar rencana pengamanan PSBB di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (21/4/2020).

Yana juga sudah merasakan sendiri melewati fase karantina saat dinyatakan positif Covid-19. Menurutnya menjadi sebuah keajaiban tersendiri ketika mampu bangkit dan berjuang melawan Covid-19.

“Saya agak keras karena merasa cukup saya yang merasa beratnya melawan virus corona ini. Karena terasa hidup dan matinya. Kalau tidak pakai masker, berarti dia tidak sayang sama dirinya, keluarganya, dan masyarakat lain,” tegas Yana.

Dalam kesempatan itu, Yana menuturkan pengalamannya, waktu 14 hari bisa menjadi efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karenanya, pelaksanaan PSBB ditetapkan selama 14 hari. Namun, tingkat keberhasilannya tergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam membatasi aktivitas.
Rapat gelar rencana pengamanan PSBB
 di Polrestabes Bandung  ( Foto :humas)
“Selama 14 hari itu memutus masa inkubasi virus. Kalau virus tidak menemukan inang untuk dihinggapi, insyaallah akan mati sendiri. Itulah kenapa harus 14 hari masa inkubasi, karena sekarang semakin banyak orang tanpa gejala, itu semakin bahaya karena kita juga tidak pernah tahu orang itu positif atau tidak,” bebernya.

Yana sangat berharap, PSBB di Kota bandung hanya berlangsung 14 hari. Namun apabila masyarakat kurang berdisiplin dan penyebaran terus menunjukan peningkatan, maka PSBB berpeluang diperpanjang.

"Saya mohon humanis tapi tegas. Karena kalau sampai hari ke-13 ada orang nyeleneh justru menulari, itu (PSBB) harus diperpanjang. Makanya ini mari sama-sama serempak jangan sampai diperpanjang,” ungkapnya. (hms/red).

Inilah 19 lokasi chek point selama PSBB di Kota Bandung:

Ring 1, di dalam kota:
- Stasiun Bandung
- Bandara Husein Sastranegara
- Terminal Leuwi Panjang
- Terminal Cicaheum
- Jalan Asia Afrika
- Jalan Ir. H. Djuanda
- Jalan Merdeka
- Jalan Diponegoro
- Jalan Braga
- Jalan Purnawarman

Ring 2, pintu gerbang tol:
- Tol Buahbatu
- Tol Moch. Toha
- Tol Kopo
- Tol Pasirkoja
- Tol Pasteur

Ring 3, perbatasan wilayah kota:
- Setiabudhi
- Cibeureum
- Bundaran Cibiru
- Jembatan Derwati



Posting Komentar

0 Komentar