Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Link Banner

Yunandar : Dampak Covid-19 Banyak Pelaku UMK di Jabar Gulung Tikar

H.Yunandar R. Eka Perwira
Sekretaris Komisi II DPRD Jabar 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Komisi II DPRD Jawa Barat yang membidangi perekonomian meminta pemerintah provinsi Jabar untuk mendukung dan membantu para pelaku usaha kecil dan menengah, karena dampak pandemi covid-19, sudah cukup banyak para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Jabar gulung tikar.

Sekretaris Komisi II DPRD Jabar H. Yunandar R.Eka Perwira mengatakan, berdasarkan hasil pemantau Komisi II dilapangan, dibeberapa Kabupaten/Kota di Jabar. Sejak merebaknya virus covid-19, kini sudah cukup banyak para pelaku usaha kecil menengah yang sudah tutup bahkan sudah gulung tikar.

Berbagai keluhan yang disampaikan oleh pelaku UMK kepada Komisi II, diantara, kesulitan permodalan , kesulitan mendapatkan bahan baku, kesulitan pemasaran hasil produksi dan semakin menurunnya pesanan konsumen.

Demikian dikatakan, Sekretaris Komisi II Yunandar R. Eka Perwira  dalam rapat kerja dengan Mitra Komisi dan Bank Indonesia melalui teleconfrance terkait perekonomian dan Logistik di Jawa Barat di tengah wabah virus Covid 19 di Jawa Barat, Kamis, (2/4-2020).

Walaupun masih ada yang masih buka dan berproduksi tetapi usahanya melambat bahkan mendekati tidak bisa berproduksi sama-sekali, hal ini perlu menjadi perhatian oleh pemerintah. Untuk itu, perlu dukungan program-program yang langsung menyentuh para pelaku UMKM, termasuk juga penyaluran jaring sosial

Yunandar menambahkan, kekhawatiran para pelaku UMK benar adanya, karena sampai saat ini penyebaran virus covid-19 masih cukup masif, sehingga sudah dirasakan dampak perkembangan perekonomian di Jabar. Untuk itu, Komisi II mengharapkan bantuan dari pemerintah provinsi Jabar kepada masyarakat dapat tepat sasaran.

Sementara itu, terkait penanganan virus covid-19 yang dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19, terdapat dua devisi yaitu Devisi Ekonomi dan Logistik. Disisi ekonomi inilah, kita minta pemprov Jabar agar perekonomian di Jabar tetap berjalan walaupun ada berbagai kendala yang dihadapi. Namun, perekonomian tidak boleh mati, harus tetap berjalan.

Ia juga menyoroti hasil pertanian, perkebunan dan peternakan yang masih cukup normal, namun kesulitan dalam menyalurkannya ke pasar ditengah pandemi covid-19. Untuk itu, apa perlu langsung dibeli oleh pemprov jabar atau bagaimana caranya, hasil pertanian, perkebunan dan peternakan masyarakat tetap terjaga dan tersebar ke pasar-pasar tradisional.

Atau bisa saja dibeli oleh pemprov untuk selanjutnya langsung dibagikan kepada masyarakat setempat, ujarnya.

Selain itu ketimpangan antara pasar modern yang masih ramai dikunjungi masyarakat berbanding terbalik pasar tradisonal yang sepi pengunjung harus diperhatikan oleh pemerintah seperti apa bantuan yang tepat.

Yunandar juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti dan mematuhi seluruh anjuran dan larangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam bentuk protokol kesehatan, baik itu : larangan berkumpul ditempat keramaian; kalau tidak ada keperluan penting sebaiknya dirumah saja; tetap menjaga jarak (physical distance); kalau mau keluar rumah harus menggunakan masker; setiap habis memagang sesuatu ditempat umum hasus lekas cuci tangan pakai sabun. Selain itu, hendaknya masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, pintanya.

Bila semua masyarakat mengikuti anjuran protokol kesehatan tentunya, kita dapat mengantipasi dan memutus rantai pandemi covid-19, tandasnya, (husein).

Posting Komentar

0 Komentar