H. Sugianto Nangolah, SH, MH : Imbas Covid-19, Mengurus PAD Jabar

Rombongan Komisi III DPRD Jabar saat Raker dgn Kepala P3D Sumedang 
BANDUNG, Faktabandungraya.com,--- Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa barat, H. Sugianto Nangolah, SH,MH, mengatakan imbas pandemi Covid-19 telah melumpuhkan perekomonian masyarakat yang secara otomatis juga berdampak terhadap pendapatan asli daerah.

Semua target pandapatan asli daerah (PAD) yang telah dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat sulit untuk dapat terpenuhi bahkan diperkirakan akan mengerus PAD Jawa Barat di tahun 2020 ini. Terutama dari sektor pajak yang merupakan tulang punggung pendapatan daerah Jawa Barat.

Untuk mengetahui sejauh mana imbas pandemi Covid-19 terhadap sektor ekonomi dan PAD, Komisi III DPRD Jabar melakukan kunjungan kerja kebeberapa kantor penghasil PAD yaitu ke Kantor Samsat Outlet Jatinangor Sumedang.

“ Ya, kemarin, pada Senin (4 Mei 200), kita dari komisi III DPRD Jabar yang membidangi masalah Keuangan dan pendapatan melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk memantau kondisi di pelayanan di Samsat Outlet Jatinangor Jl. Raya Cirebon-Bandung No. 41 Cibeusi Jatinangor Kabupten Sumedang” kata H. Sugianto Nangolah, SH,SH saat dihubungi media online : faktabandungraya.com, melalui telepon selulernya, Kamis, (7/5/2020).

Dikatakannya, bahwa dirinyalah yang memimpin rombongan Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, saat meninjau ke kantor Samsat Outlet Jatinangor.

Berdasarkan hasil pantauannya ke kantor Samsat Outlet Jatinangor Sumedang, pihak Samsat menyampaikan kepada Kami (Komisi III-red), bahwa sejak merebaknya pandemi covid-19, terlah terjadi penurunan drastis kunjungan dan transaksi keuangan di kantor samsat Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Bapenda Jabar.

“Para wajib pajak (WP) merasa enggan untuk menunaikan kewajibanya membayar pajak kendaraan karena khawatir tertular Covid-19, ujar politisi Partai Demokrat ini.

Hal serupa juga dialami bjb Sumedang terjadi penurunan drastis kunjungan dan transaksi keuangan di bjb Sumedang akibat pandemi covid 19, ujarnya.

“Saya kira dampaknya luar biasa besar dan membuat perekonomian lumpuh, kunjungan masyarakat ke bjb menurun secara derastis, dan diperkiraan pendapatan akan menurun secara besar-besaran,” ujarnya.

Lebih lanjut Sugianto Nangolah yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, besar kemungkinan target pendapatan asli daerah(PAD) akan mengalami penurunan bahkan tidak sesuai dengan target yang di harapkan. Hal ini tentunya berimbas pada realisasi program pembangunan di Jawa Barat.

Sementara itu Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Bapenda Jabar Enih Srimurni, SH., M.Si, mengatakan dengan merebaknya pandemi Covid-19 ini, serta dengan diberlakukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bandung Raya beberapa waktu lalu dan sekarang di lanjutkan tingkat Jabar, sangat terasa penurunan pendapatan dari wajib pajak.

“Kami terus berupaya menyakinkan para wajib pajak untuk tetap melunis kewajibannya, namun, memang berat bagi masyarakat untuk memenuhi kewajiban bayar pajak, karena berbagai alasan dan kondisi saat ini, sehingga kita hanya bisa menghimbau dan tidak bisa memaksa para wajib pajak untuk segera melunasi kewajibannya, tandas Enih. (Adikarya parlemen/ husein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.